Monday, 1 May 2017

Milia, Jerawat pada Bayi! Yuk Simak Ulasannya

Ternyata jerawat bukan hanya bisa tumbuh pada usia remaja, atau dewasa. Tetapi juga dapat tumbuh pada bayi! Jerawat pada bayi biasa disebut dengan Milia. Nah, pada kesempatan kali ini Adajerawat.com akan mengulas tentang Milia, Yuk simak penjelasannya dibawah ini.
Milia adalah salah satu kondisi kulit yang juga dijuluki sebagai jerawat bayi karena umumnya muncul pada bayi yang baru saja lahir. Milia juga dikenal dengan istilah kata milium dan tidak berbahaya serta tidak membutuhkan perawatan khusus karena dapat hilang dengan sendirinya.

Selain dengan bayi, milea juga dapat muncul pada segaal usia dan pada kasus tertentu penderitanya dapat dianjurkan untuk melalui proses pengobatan. Bentuk milia pada umumnya adalah seperti jerawat.

Ya, benjolan berwarna putih menyerupai warna mutiara atau putih kekuningan. Biasanya muncul secara berkelompok. didaerah hidung, dahi, mata, kelopak mata, pipi, dan dada. Jika hanya terdapat 1 benjolan maka istilah yang digunakan adalah milium.

BACA JUGA: Begini Caranya Merawat Wajah Saat Hamil

Bentuk inilah yang menyebabkan julukan jerawat bayi tersebut. Kendati demikian, milia tidak dapat disamakan dengan jerawat pada bayi, karena jerawat juga mungkin tumbuh pada bayi yang sedang memiliki milia.

Apasih Penyebab Milia?

Sebuah milium dapat terbentuk akibat adanya protein bernama keratin, yang terperangkap didalam kelenjar pilosebasea pada lapisan dermis kulit. Penyebab lain munculnya milia adalah ganggguan pada kelenjar pilosebasea, misalnya akibat terlalu lama terpapar sinar matahari. Milia dapat dijabarkan sebagai berikut:
  • Primary milia, yaitu milia yang muncul pada usia anak-anak dan dewasa. Biasanya muncul pada daerah dahi kelopak mata dan sekitar alat kelmain. Kondisi ini dapat hilang dalam kurun waktu 4 bulan.
  • Secondary milia, yaitu milia yang muncul sebagai akibat terjadinya kerusakan pada lapisan kulit, seperti luka bakar. Gangguan pada kelenjar keringat juga dapat menjadi pemicu milia yang bisa muncul dibagian tubuh manapun. 
  • Neonatal milia, yaitu istilah untuk milia pada bayi yang baru lahir, biasanya muncul diarea hidung, pipi, kulit kepala hingga mulut. Kondisi ini tergolong umum dan dianggap normal.
  • Milia en plaque, adalah milia pada bagian kulit yang terkena radang dan merupakan kasus langka. Milia jenis ini biasanya muncul dikelopak mata , sekitar telinga, pipi, dan rahang. Milia jenis ini biasanya menyerang perempuan paruh baya.
  • Multiple eruptive milia, yaitu milia yang tergolong langka dan biasanya muncul diarea wajah, lengan atas, serta tubuh bagian atas, seperti leher. Milia jenis ini muncul dalam bentuk bergerombol dalam kurun waktu beberapa minggu atau bulan.


Milia ini dapat dihilangkan dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan dan tidak berbahaya bagi penderitanya. Milia tidak perlu memerlukan perawatan khusus, meski pada sebagian kasus dapat bersifat permanen, seperti pada penyakit secondary milia.

Milia dapat dihilangkan menggunakan jarum bersih untuk mengeluarkan isinya, namun tidak disarankan untuk melakukannya sendiri karena dapat menyebabkan luka parut, kerusakan pada kulit, atau infeksi.


Beberapa pengobatan untuk milia yang terinfeksi, atau menyebar luas, dan membandel bisa dilakukan melalui terapi laser oleh seorang dokter spresialis kulit. Milia pada penderita anak-anak dan dewasa dapat hilang dalam waktu yang sedikit lebih lama dibandingkan bayi. Namun kondisinya tetap sama, tidak berbahaya.

1. Membersihkan Wajah

Cara pertama yang dapat anda gunakan untuk mengobati milia pada wajah adalah dengan rutin membersihkan wajah. Pembersihan rutin merupakan langkah penting untuk mengobati milia bagi setiap kalangan usia. 
Seorang anak kecil harus mencuci wajah mereka sehari sekali, sementara bagi remaja atau orang dewasa harus mencuci kulit wajah dua kali sehari. Gunakan air hangat untuk membersihkan wajah anda.


2. Gunakan Produk Pengelupasan Kulit

Cara kedua yang dapat anda gunakan untuk mengobati mlilia pada wajah adalah dengan menggunakan produk pengelupasan kulit yang berkualitas. Remaja dan orang dewasa dapat mengatasi milia cukup dengan menggunakan perawatan pengelupasan kulit.
Selain itu, anda juga bisa menggunakan pelembap untuk mengelupas kulit. Sebuah pelembap yang berfungsi untuk mengelupas kulit sangat sesuai jika milia tersebar luas dan disertai dengan kulit kering.

Gunanya pelembap adalah untuk mengurangi penumpukan sel-sel kulit mati dibawah kulit dan mengelupas kulit untuk melepaskan sel-sel mati yang sudah terakumulasi. Carilah pelembap yang mengandung Vitamin A dan bebas minyak.


3. Gunakan Retinol

Cara ketiga yang dapat anda gunakan untuk mengobati milia pada wajah adalah dengan menggunakan retinol. Retinol umumnya digunakan untuk melawan jerawat dan tanda-tanda penuaan. Ia memiliki kemampuan pengelupasan yang menjadikan kulit lembut dan bersih. Gunakan losion retinol secara langsung dengan mengoleskannya kebagian yang terkena milia. 

Nah, itulah ulasan tentang jerawat pada bayi. Apabila penjelasan diatas ada yang kurang jelas, atau anda ingin berbagi pengalaman silahkan comment dibawah ya gais. Semoga bermanfaat...

BACA JUGA:
KOMENTAR

0 comments