Tuesday, 6 June 2017

Apakah Ibu Hamil Aman Berpergian Jauh? Ini Penjelasannya

Pada umumnya, dua belas minggu pertama setelah memasuki minggu ke-36 masa kehamilan, ibu hamil disarankan untuk tidak berpergian jauh. Karena pada masa awal kehamilan, resiko keguguran sangatlah tinggi.
Selain resiko keguguran yang masih tinggi, sebagian wanita hamil sering merasa mual dan lebih mudah capek. Resiko keguguran akan kembali meningkat menjelang akhir masa-masa kehamilan. Sebelum berpergian, pastikan dengan persiapan yang tepat.

Pastikan kamu sudah memeriksakan ke dokter terlebih dahulu untuk memastikan kandungan kamu cukup sehat atau tidak untuk berpergian. Disarankan untuk tidak berpergian ke daerah dengan tingkat penyakit atau infeksi yang tinggi, seperti daerah dengan malaria.

Ada berbagai macam cara berpergian dengan kenyamanan resiko masing-masing bagi ibu hami. Nah, pada kesempatan kali ini Adajerawat.com akan mengulas tentang Apakah Ibu Hamil Aman Berpergian Jauh? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

BACA JUGA: Cara Menjaga Agar Kulit Tetap Sehat Selama Berpuasa

Apakah Ibu Hamil Aman Berpergian Jauh?

1. Berpergian Menggunakan Pesawat

Berikut ini adalah beberapa hal yang patut menjadi perhatian jika kamu adalah ibu hamil yang akan berpergian menggunakan pesawat terbang.
  • Saat memesan tempat duduk, pastikan kursi yang kamu pilih benar-benar nyaman. Disarankan untuk memilih kursi yang dekat dengan lorong, untuk memudahkan pergerakan keluar masuk, pergi ke toilet, atau meminta bantuan pramugari.
  • Disarankan untuk mengonsumsi banyak air minum.
  • Apabila sudah menginjak usia kehamilan 28 minggu, maskapai mungkin akan meminta surat keterangan dari dokter yang menjelaskan bahwa kamu tidak mengalami risiko komplikasi.
  • Untuk memperlancar peredaran darah, di sarankan untuk menggerakkan anggota badan tiap 30 menit. Karena Penurunan tekanan udara selama penerbangan dapat sedikit mengurangi kadar oksigen di dalam darah. Selain itu, penerbangan lebih dari lima jam juga berisiko membuat ibu hamil mengalami pembekuan darah. Dengan banyak bergerak, aliran darah akan menjadi lebih lancar.
  • Untuk mencegah pembengkakan kaki, kamu dapat menutup kaki kamu dengan kaos kaki panjang atau stocking.
  • Pastikan sabuk pengaman kamu terpasang di bagian bawah perut untuk berjaga bila terjadi turbulensi.

Namun, di sisi lain kamu disarankan tidak berpergian dengan pesawat jika sedang berada dalam kondisi-kondisi berikut ini:
  • Akan terjadi pada plasenta kandungan kamu.
  • Bayi kamu berisiko lahir prematur.
  • Berdasarkan riwayat kesehatan tertentu, dokter menyarankan kamu untuk tidak bepergian dengan pesawat.
Untuk menjaga-jaga, agar aman ada baiknya kamu memeriksakan diri dulu ke dokter kandungan untuk mengetahui kondisi terbaru kesehatan ibu dan bayi.

2. Berpergian Menggunakan Mobil

Berikut ini adalah beberapa panduan jika kamu adalah seorang ibu hamil yang berencana hendak perbergian menggunakan mobil:
  • Hindari mengendarai mobil seorang diri dalam jarak jauh. Disarankan untuk pergi bersama teman atau pasangan kamu.
  • Jaga agar sirkulasi udara di dalam mobil tetap lancar.
  • Gunakan sabuk pengaman dengan posisi tali atas menyilang di antara payudara dan tali bawah menahan tulang panggul untuk mengurangi guncangan.
  • Cukup mengkonsumsi air dan konsumsilah makanan ringan sehat, seperti kacang dan buah-buahan, untuk mencegah kantuk dan kelelahan.
  • Untuk mengurangi tekanan pada kandung kemih serta memperlancar peredaran darah pada kaki, usahakan untuk turun dari kendaraan setidaknya tiap dua jam sekali. Buang air kecil dan berjalan kaki saat jeda dapat membantu mengurangi tekanan ini.
Bawa perlengkapan yang mungkin kamu butuhkan dalam mobil seperti jaket, bantal, dan obat-obatan.

3. Berpergian Menggunakan Transportasi Laut

Berpergian lewat jalur laut secara umum cukup aman untuk dilakukan saat hamil. Namun, ada beberapa pertimbangan yang harus kamu pertimbangkan:
  • Cari tahu apakah transportasi laut tersebut menyediakan pelayanan medis selama di dalam perjalanan, khususnya untuk ibu hamil.
  • Periksa kebijakan penyedia jasa transportasi laut yang akan kmau naiki telah memiliki peraturan tentang perlindungan ibu hamil. Beberapa perusahaan menetapkan peraturan untuk tidak membawa penumpang dengan usia kehamilan tertentu.
  • Konsumsi camilan ringan tak berminyak dapat membantu meredakan mual.
Nah, itulah ulasan tentang Apakah Ibu Hamil Aman Berpergian Jauh? Apabila penjelasan diatas ada yang kurag jelas, atau kamu ingin memberikan kami rekomendasi selanjutnya harus membuat artikel apa. Yuk comment di bawa ya gais. Semoga bermanfaat...
KOMENTAR

0 comments