Thursday, 22 June 2017

10 Bahaya Gluten bagi Kesehatan Tubuh

Apasih gluten itu? Ya, gluten adalah type protein yang didalamnya memiliki kandungan senyawa peptida. Senyawa peptida ini dijauhi oleh orang yang menderita intoleransi pada peptida.

Umumnya, saran untuk konsumsi makanan bebas gluten dibebankan pada mereka yang mengalami masalah pencernaan.

Berkembangnya ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan menyebabkan individu sekarang justru menghindari pola makan gluten demi hidup sehat.
Hal tersebut dikarenakan mengonsumsi makanan dengan label gluten free lebih diyakini mampu menjaga sistem metabolisme tubuh dari segi pencernaannya.

Gluten dianggap berbahaya karena memengaruhi sistem kerja lambung, usus, dan sering memunculkan reaksi alergi dari beberapa penderita autis.

Kandungan gluten dalam makanan tertentu seperti roti gandum atau sereal yang diolah dari gandum dapat mengakibatkan hilangnya nutrisi penting bagi tubuh.

BACA JUGA: 5 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Minyak Alami

Gluten dengan senyawa peptidanya bisa memunculkan gangguan sistem imun khususnya bagi mereka dengan tingkat kegemukan tinggi (obesitas), kelelahan, eksim, atau mereka yang memang alergi gluten.

Nah, pada kesempatan kali ini Adajerawat.com akan mengulas tentang 10 Bahaya Gluten bagi Kesehatan Tubuh. Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Berikut 10 Bahaya Gluten bagi Kesehatan Tubuh

1. Kanker Usus

Kanker usus dapat terjadi bila tubuh kita kurang serat. Walaupun diklaim mengonsumsi sayur setiap harinya, namun apabila kadar peptida dalam tubuh juga tinggi maka hal tersebut sia-sia saja. Diagnosis pada penderita celiac juga sering terindikasi dari adanya infeksi usus semacam ini.


2. Gizi Buruk

Gizi buruk atau yang juga diketahui sebagai malnutrisi umumnya dialami oleh anak-anak yang memang rajin mengonsumsi bahan makanan dengan kandungan gluten didalamnya.
Mereka yang menyukai pasta, saus, mie, kue, dan sebagainya lebih rentan mengalami gizi buruk yang berakibat pada sistem imun mereka menjadi kurang mampu melawan infeksi penyakit tertentu.

Akibatnya, seringkali mereka yang masih dalam usia rentan (anak-anak) mudah tertular virus penyakit dari jajanan sekolah yang beredar dan berbahan tepung atau gluten tersebut.

3. Osteoporosis

Osteoporosis atau karapuhan tulang bisa terjadi dan ini merupakan efek jangka panjang jika mengonsumsi gluten sejak masih anak-anak atau remaja.
Ya, peptida yang terdapat dari gluten menyebabkan banyak nutrisi penting seperti Kalsium, kalium, dan magnesium dari makanan sehari-hari selain gluten menjadi hilang dan hanya berupa ampas saja.

Dari kondisi ini maka tulang tidak dapat menyerap dan berfungsi dengan sempurna apalagi jika mengonsumsi tinggi kadar gluten dalam waktu lama.

4. Infeksi pada Kerongkongan

Bagi kamu yang tidak terbiasa mengonsumsi gluten dalam jumlah banyak akan mengalami radang serta infeksi pada bagian tenggorokan. Infeksi ini biasanya menyebabkan beberapa gejala seperti sulit menelan makanan, dan rasa gatal di tenggorokan.
Kemungkinan besar kondisi ini disebabkan oleh hipersensitif kerongkongan pada senyawa peptida. Oleh sebab itu, dianjurkan sebelum dan sesudah mengonsumsi makanan berbahan gluten untuk mendahuluinya dengan air mineral terlebih dulu.


5. Menyebabkan Inflamasi

Inflamasi terjadi pada tubuh yang mengalami reaksi berbeda diluar kebiasaan. Ketika seseorang mengonsumsi gluten pada takaran yang sedikit berlebihan, sementara tubuhnya tidak pernah menyerap protein ini. Maka, yang pertama terjadi adalah peradangan pada sistem pencernaan.

Reaksi ini akan berlanjut ke beberapa area disekitar lambung dan usus, seperti rasa nyeri dan perih sebagai akibat dari tekanan peradangan yang terjadi.

6. Nafas Terasa Berat

Mengkonsumsi gluten secara tidak wajar atau berlebihan adalah sesak napas atau napas menjadi berat dari biasanya. Kondisi napas yang berat tersebut dikarenakan tekanan dari pencernaan bagian bawah yang memaksa paru-paru untuk lebih menyerap banyak oksigen.


7. Gangguan Pencernaan

Intoleransi pada senyawa peptida memang mengakibatkan gangguan pencernaan terutama di dalam usus dan lambung. Oleh sebab itu, bagi mereka yang mengalami kondisi sakit atau gangguan pencernaan meskipun bukan celiac disease dianjurkan untuk menghentikan konsumsi bahan makanan yang mengandung gluten.

8. Gangguan Otak

Gluten yang mengakibatkan berbagai macam gangguan pada usus ternyata bisa meningkat pada risiko Alzheimer dan demensia.  Kedua penyakit ini berkaitan dengan stres dan depresi, sehingga pada kondisi tersebut jika semakin mengonsumsi gluten akan berakibat penyakit otak lainnya.
Para ahli gizi bahkan menyarankan untuk tidak memberikan makanan berbahan gluten pada anak dalam masa pertumbuhan.

Konsentrasi pada masa pertumbuhan cenderung mengalami perkembangan yang signifikan, sehingga gluten bukanlah bahan makanan yang tepat untuk diberikan pada anak saat masa tersebut.


9. Menyebabkan Alergi Kulit

Alergi yang sering terjadi termasuk dalam jenis dermatitir herpetiformis dengan gejala ruam kemerahan yang muncul pada usia 20 tahun keatas. Selain gejala ruam tersebut, hipersensitif pada gluten juga mengakibatkan gatal, eczema, dan psoriasis.

10. Kurang Nutrisi

Kekurangan nutrisi biasanya dikhawatirkan terjadi pada ibu hamil yang sering mengonsumsi makanan mengandung gluten. Kurang nutrisi ini akan berakibat pada kecerdasaan otak si janin, serta gangguan sembelit yang kronis pada sang ibu di masa kehamilan.
Terlebih lagi senyawa peptida yang rajin menyerap nutrisi penting tubuh, sehingga sebanyak apapun vitamin yang dimakan melalui sayur atau buah-buahan tidak akan terserap sempurna jika sang ibu masih mengonsumsi makanan dengan kandungan gluten ini.

Nah, itulah ulasan tentang 10 Bahaya Gluten bagi Kesehatan Tubuh. Apabila penjelasan di atas ada yang kurang jelas, atau kamu ingin memberikan kami rekomendasi selanjutnya harus membuat artikel apa, silahkan comment di bawah ya gais. Semoga bermanfaat...

BACA JUGA:
KOMENTAR

0 comments