Wednesday, 14 June 2017

Cara Membedakan Muntah Bayi Yang Normal dan Abnormal

Bayi tentu pernah mengalami muntah. Saat bayi mengalami muntah, tak perlu terlalu orangtua harus cemaskan. Akan tetapi, tak ada salahnya untuk mewaspadai kondisi tersebut, terlebih lagi jika si kecil selalu muntah tiap kali mengonsumsi apa pun.
Perlu diketahui bahwa muntah pada bayi bisa termasuk sebagai reaksi normal. Namun, bisa juga sebagai petanda si kecil mengalami kondisi yang serius. Oleh karena itu, setiap orangtua dituntut untuk mengetahui perbedaan muntah normal dan tidak normal pada bayi.

Nah, pada kesempatan kali ini Adajerawat.com akan mengulas tentang Cara Membedakan Muntah Bayi Yang Normal dan Abnormal. Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

BACA JUGA: Kenali Ciri-Ciri Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab Demam Berdarah

Berikut Cara Membedakan Muntah Bayi Yang Normal dan Abnormal

Muntah Normal

Saat usia bayi masih beberapa minggu, ia memang kerapkali mengalami muntah. Mengapa? Pada usia tersebut, bayi sedang berusaha untuk menyesuaikan diri dengan makanan dan jenis muntah yang dialami bayi disebut dengan gumoh.
Gumoh biasanya terjadi setelah ia minum susu. Tak hanya itu, di usianya yang masih beberapa minggu, bayi juga rentan mengalami refluks karena ukuran lambungnya yang masih kecil.

Akan tetapi, bayi juga bisa mengalami muntah saat ia menangis atau batuk secara berlebihan. Kemungkinan kamu akan sering melihat si Kecil muntah karena ini pada tahun-tahun pertamanya.


Muntah Abnormal

Muntah pada bayi yang tidak normal bisa berhubungan dengan kondisi kesehatan si kecil. Berikut ini beberapa penyebabnya:
  1. Keracunan makanan.
  2. Infeksi virus atau bakteri.
  3. Infeksi saluran pernapasan.
  4. Infeksi telinga.
  5. Pneumonia.
  6. Radang usus buntu.
  7. Stenosis pilorus (cincin otot antara lambung dan usus terlalu tebal sehingga menutup dan makanan tidak dapat lewat).
  8. Meningitis.


Tanda-tanda bahwa bayi kamu mengalami muntah abnormal, antara lain:
  1. Muntahan bayi kamu berwarna hijau. Kondisi ini bisa menjadi pertanda bayi kamu mengalami gangguan pada ususnya.
  2. Dia terlihat sangat kesakitan.
  3. Muntah yang diiringi pembengkakan perut.
  4. Muntah lebih dari sekali setelah mengalami cedera. Hal ini kemungkinan bisa menjadi pertanda gegar otak.
  5. Terdapat darah pada muntahannya. Jika hanya sedikit, kamu tidak perlu khawatir karena itu normal terjadi. Namun jika banyak atau terus menerus ada darah, bawa ke dokter
  6. Dia muntah secara hebat dan terus-menerus.
  7. Muntah yang diiringi menguningnya kulit dan mata bayi. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa bayi kamu mengalami jaundice atau sakit kuning.


Cara Tepat Mengatasi Muntah pada Bayi

Untuk mengatasi muntah yang normal, kamu tidak perlu membawanya ke dokter atau memberikan obat-obatan khusus. Cukup berikan si kecil cairan agar terhindar dari dehidrasi. Jadi kamu tidak perlu khawatir berlebihan karena muntah yang normal biasanya tidak akan berdampak kepada kondisi kesehatan si kecil.

Dua tips di bawah ini bisa kamu coba untuk meminimalisasi muntah usai si kecil minum susu.
  1. Usai minum susu jangan langsung membaringkannya di tempat tidur bayi. Lebih baik kamu menggendongnya dengan posisi tubuh si kecil dengan tegak. Gendong si kecil sekitar setengah jam setelah menyusu agar cairan bisa turun dengan sempurna.
  2. Tiap setelah mengonsumsi apa pun, biasakan untuk menyendawakan bayi kamu.
Untuk mengatasi muntah yang abnormal, kamu bisa membawanya ke dokter guna mendapat penanganan lebih lanjut.

Nah, itulah ulasan tentang Cara Membedakan Muntah Bayi Yang Normal dan Abnormal. Apabila penjelasan di atas ada yang kurang jelas, atau kamu ingin memberikan kami rekomendasi selanjutnya harus membuat artiekl apa, silahkan comment di bawah ya gais. Semoga bermanfaat...

BACA JUGA: 
KOMENTAR

0 comments