Thursday, 8 June 2017

5 Cara Mengatasi Kulit Bayi yang Terkelupas

Bayi baru lahir memang memiliki bagian yang sensitif termasuk  bagian kulitnya. Salah satu hal yang kerap dialaminya adalah kulit mengelupas. Apakah kondisi ini berbahaya? Kondisi kulit mengelupas ini sebenarnya normal dan tidak berbahaya. Justru Ibu perlu memastikan kulitnya sehat setelah kulit lapisan atas terkelupas.

Lalu mengapa kondisi ini terjadi ya? Saat janin berada di dalam rahim mereka ditutupi dengan zat putih yang di sebut vernix. Zat ini melindungi kulit bayi selama berada di dalam rahim. Begitu lahir, lapisan vernix akan hilang dan kulit bagian atas mulai mengering dan terkelupas.
Pada minggu pertama hingga kedua setelah lahir, kulit bayi bisa saja mengelupas di bagian pergelangan tangan dan kaki bayi. Kulit bayi juga terlihat keriput dan kering dalam kondisi ini. Namun, Ibu hanya perlu membawanya ke dokter jika kondisi ini terus berlanjut.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Nah, pada kesempatan kali ini Adajerawat.com akan mengulas tentang 5 Cara Mengatasi Kulit Bayi yang Terkelupas. Yuk simak ulasannya di bawah ini.

BACA JUGA: 6 Manfaat Bioplacenton untuk Jerawat di Wajah

Berikut 5 Cara Mengatasi Kulit Bayi yang Terkelupas

Meski kulit bayi mengelupas merupakan hal yang wajar, perasaan khawatir terhadap kondisi kulit bayi mengelupas, pecah-pecah, dan terlalu kering tetap muncul. Untuk itu, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menangani pengelupasan kulit pada bayi.

1. Oleskan Bayi Pelembab

Kamu dapat mengoleskan pelembap hipoalergenik pada kulit bayi kamu seusai memandikannya atau setidaknya dua kali sehari agar kelembapan kulit bayi tetap terjaga. Sertakan pula pijatan lembut saat mengoleskan pelembap untuk memudahkan proses pengelupasan kulit bayi.

2. Jangan Memandikan Bayi Terlalu Lama

Sangat disarankan untuk memandikan bayi dengan air hangat. Hindari juga penggunaan sabun karena kandungan sabun mandi masih terlalu keras untuk kulit bayi baru lahir.
Hindari pula memandikan bayi terlalu lama agar kandungan minyak alami yang terdapat pada kulit bayi tidak terkikis. Dianjurkan untuk memandikan bayi 5-10 menit saja.


3. Hindari Udara Dingin pada Bayi

Udara dingin juga tidak terlalu baik untuk kulit bayi. Karena itu, jika bayi berada di luar rumah atau sebelum bepergian, dianjurkan untuk mengenakan kaus kaki dan sarung tangan ketika cuaca dingin dan berangin.

4. Hindari Produk Berbahan Kimia

Pastikan bahwa produk-produk yang digunakan untuk bayi kamu terbebas dari bahan kimia demi menghindari terjadinya iritasi. Hindari penggunaan parfum atau bahan yang mengandung pewangi pada kulit bayi.

5. Memastikan Bayi Tetap Terhidrasi

Memastikan bayi tetap terhidrasi dengan baik dinilai dapat mengurangi masalah kulit kering pada bayi. Meski begitu, jangan memberikan air putih kepada bayi yang belum menginjak usia enam bulan, kecuali jika hal ini merupakan saran dari dokter kamu.
Jangka waktu kulit bayi mengelupas antara satu bayi dengan bayi lainnya akan berbeda-beda, tergantung kepada kondisi tiap bayi. Namun, pengelupasan kulit bayi yang lahir prematur akan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan bayi yang lahir normal.


Untuk lebih jelasnya, lebih baik periksakan kondisi bayi kepada dokter anak untuk mengantisipasi adanya gangguan pada kulit bayi. Tindakan ibu untuk proaktif adalah langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan bayi.

Nah, itulah ulasan tentang 5 Cara Mengatasi Kulit Bayi yang Terkelupas. Apabila penjelasan di atas ada yang kurang jelas, atau kamu ingin memberikan kami rekomendasi selanjutnya harus membuat artikel apa, silahkan comment di bawah ya gais. Semoga bermanfaat...

BACA JUGA:
KOMENTAR

0 comments