Thursday, 15 June 2017

Cara Mengontrol Asupan Karbohidrat Demi Hidup Lebih Sehat

Di negara Indonesia sudah biasa untuk mengosumsi nasi dan sebagai dari karbohidrat. Juga ada anggapan di masyarakat bila belum makan nasi berarti belum makan. Padahal di balik nikmatnya nasi yang tersimpat zat karbohidarat yang sangat tinggi bila dikonsumsi banyak.

Bisa akibatkan dari kelebihan dari kadar gula darah yang berujung dari macam-macam penyakit beberapa dari penyakit
yaitu gejala diabetes.
Bila dikonsumsi tubuh bisa mengubah dari zat karbohidrat bisa menjadi gula. Gula kini bisa untuk digunakan dengan tambah dari energi bagi otak dan otot yang beraktivitas rutin.

Beberapa dari contoh karbohidrat adalah gula dan serat. Kandungan dari karbohidrat merupakan gula dari semua gula yang berawal dari karbohidarat.  Untuk Mengetahui Karbohidrat dan kalor.

Nah, pada kesempatan kali ini Adajerawat.com akan mengulas tentang Cara Mengontrol Asupan Karbohidrat Demi Hidup Lebih Sehat. Yuk simak ulasannya di bawah ini.

BACA JUGA: Inilah Manfaat Serum Wajah yang Wajib Diketahui!

Berikut Cara Mengontrol Asupan Karbohidrat Demi Hidup Lebih Sehat

Kalori merupakan dari sumber energi sangat dibutuhkan untuk melakukan aktivitas. Tubuh sangat memerlukan dari kalori untuk bertahan hidup tanpa pasokan dari kalori proporsional sehingga tubuh akibat kekurangan dari energi.

Di semua tubuh tidak bisa berkerja dengan cara optimal dan juga bisa untuk berhenti. Sangat membutuhkan dari kalori orang semua berbeda-beda dan tergantung dari ras, usia, jenis kelamin, dan ukuran dari fisik, juga untuk melakukan olahraga aktivitas dengan secara ritun.


Kebayakan dari faktor bahwa sudah menentukan akibat sulit dan sangat membutuhkan kalori dan tara-rata tiap dari orang per harinya. Sudah pasti di setiap harinya manusia sangat mempebutuhkan karbohidarat dan bukan dari berasal dari nasi juga dari makanan.
Yaitu kentang, jagung, labu, roti, sereal, kacang-kacang juga buah-buahan dan sayur-sayuran gandum dan biji-bijian gula madu sirop dan makanan yang manis. Juga bisa untuk mengontrol karbohidrat yang dikonsumsi dengan cara untuk membaca label pada kemasan makanan.
    1. 1 gram karbohidrat mengandung 4 kalori;
    2. 1 gram protein mengandung 4 kalori; dan
    3. 1 gram lemak mengandung 9 kalori.
Jika diaplikasikan pada sebutir telur ayam seberat 243 gram, maka kalori yang didapatkan:
    1. Lemak 24 gram (berarti 216 kalori);
    2. Protein 31 gram (berarti 124 kalori); dan
    3. Karbohidrat 2 gram (berarti 8 kalori).
Maka total seluruh kalori dari sebutir ayam tersebut adalah 348 kalori. Artinya jika kebutuhan harian Anda adalah 2.000 kalori, maka kamu bisa mendapatkannya dari makanan yang bervariasi dengan kandungan protein dan serat, bukan hanya dengan mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah banyak.


Hindari Karbohidrat Berlebihan

Karbohidrat penting bagi tubuh sebagai sumber utama dalam mendapatkan energi. Setelah karbohidrat masuk ke tubuh dan diubah menjadi glukosa, zat ini akan diserap sel-sel tubuh dengan bantuan hormon insulin.

Ketika karbohidrat yang masuk ke tubuh dinilai terlalu banyak, maka hormon insulin berisiko tidak mampu lagi membantu glukosa terserap sel-sel tubuh. Sebagai akibatnya, kadar glukosa atau gula di dalam darah meningkat, menjadikan Anda berisiko mengalami diabetes.


Kedelai Adalah Makanan Tinggi Protein dan Serat

Apabila kamu terbiasa mengonsumsi nasi yang tinggi karbohidrat, kamu akan cenderung masih merasa lapar jika hanya mengonsumsi nasi dalam jumlah sedikit. Di lain sisi untuk menghindari penyakit obesitas dan diabetes, asupan karbohidrat harus dibatasi.
Untuk mengendalikan nafsu makan, cobalah mengonsumsi kedelai atau makanan yang mengandung kedelai 2 jam sebelum waktu makan. Kedelai merupakan sumber protein lengkap dengan adanya semua jenis asam amino esensial di dalamnya.

Makanan yang satu ini juga mengandung isoflavon, yaitu senyawa alami estrogenik yang mampu membantu mencegah penyakit kanker, osteoporosis, dan penyakit-penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung. Isoflavon juga bersifat membantu menyembuhkan gejala menopause.


Kelebihan lain dari kedelai adalah kandungan seratnya yang tinggi. Serat dari kedelai dapat memberi manfaat kesehatan termasuk kesehatan pencernaan serta berpengaruh dalam menurunkan kolesterol darah.

Mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi ini  akan menjadikan kamu merasa kenyang lebih lama. Berkat asupan kedelai di dalam menu sehari-hari, kamu tetap dapat mengonsumsi karbohidrat tanpa berlebihan karena pada prosesnya menjadikan tubuh tidak cepat merasa lapar.

Terlepas dari itu, satu hal yang terpenting adalah bagaimana tubuh bisa mendapatkan gizi yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Kamu tidak perlu mengurangi atau meningkatkan asupan makanan. Begitu pun dengan karbohidrat yang dalam hal ini adalah nasi. Membatasi karbohidrat adalah cara utama dalam menjadikan hidup lebih sehat.

BACA JUGA:

Nah, itulah ulasan tentang Cara Mengontrol Asupan Karbohidrat Demi Hidup Lebih Sehat. Apabila penjelasan di atas ada yang kurang jelas, atau kamu ingin memberikan kami rekomendasi selanjutnya harus membuat artikel apa silahkan comment di bawah ya gais. Semoga bermanfaat...

KOMENTAR

0 comments