Saturday, 17 June 2017

Inilah 5 Manfaat Susu Soya untuk Bayi dan Penjelasannya

Inilah 5 manfaat susu soya untuk bayi dan penjelasannya- Susu soya merupakan tren susu formula yang saat ini banyak diminati oleh beberapa ibu rumah tangga. Baca juga: 6 manfaat ASI ekslusif dibanding susu formula untuk ibu dan bayi.

Susu soya merupakan susu yang berasal dari kedelai, berbeda dengan susu formula yang umumnya beredar di Indonesia yang berasal dari susu sapi.
Karena bahan dasarnya yang berbeda otomatis kandungannya akan berbeda pula, namun susu soya yang diperkaya dengan kandungan lain mampu menyamai kadar dari susu formula.Susu formula soya yang mengandung tepung kedelai diperkenalkan hampir satu abad yang lalu.

Pemberi formula kedelai untuk bayi telah digunakan di Amerika Serikat selama lebih dari 100 tahun.
Formula kedelai modern yang digunakan dalam alergi atau intoleransi terhadap susu formula berbasis sapi, diare pasca-infeksi, intoleransi laktosa dan galaktosemia.

Penelitian meta analisis terntang pola pertumbuhan, kesehatan tulang dan metabolisme, reproduksi, endokrin, kekebalan tubuh dan fungsi saraf pada anak yang menggunakan susu formula kedelai ternyata tidak berbeda dengan memakai susu berbasis susu sapi lainnya.

Selain faktor keamanan penggunaan susu formula kedelai menimbulkan kontroversi khususnya adanya kandungan fitoestrogen dalam susu formula soya, tidak tepatnya indikasi penggunaan soya untuk alergi yang non igE mediated.

Pemberian pada usia bayi dibawah 6 bulan dan penggunaan transgenic soya sebagai bahan pembuatan formula soya dan beberapa kontroversi lainnya.

Namun berbagai rekomendasi berdasarkan penelitian berbasis bukti ilmiah berbagai kontroversi tersebut belum terbukti. Pemberian susu merupakan masalah yang tersendiri pada penderita alergi susu sapi.

Untuk menentukan penderita alergi susu sapi. Untuk menentukan penderita alergi susu sapi pilihan utama adalah susu ekstensif hodrolisat. Tetapi beberapa penderita juga bisa toleran terhadap susu soya.

Formula soya sering direkomendasikan untuk bayi dengan riwayat keluarga alergi susu untuk pencegahan sekunder. Suatu keadaan ketika telah terjadi gejala alergi sedangkan ASI sudah tidak bisa lagi diberikan.

Kesalahan sering terjadi dalam diagnosis alergi susu sapi. Seringkali terjadi verdiagnosis alergi susu sapi padahal anak tidak mengalami gangguan tersebut. Selain itu bila anak memang soya sering timbul kontroversi penggunaanya.

Formula kedelai untuk bayi telah di pasar selama hampir seratus tahun, antara 20% dan 25% dari formula yang dijual di AS yang berbasis kedelai. Formula kedelai menjadi populer sebagai formula alternatif untuk bayi yang alergi terhadap susu sapi.

Sebelum Adajerawat.com mengulas tentang 5 manfaat susu soya untuk bayi dan penjelasannya. Kita ketahui terlebih dahulu keunggulan dan kelemahan susu soya.

Keunggulan dan Kelemahan Susu Soya


Keunggulan Susu Soya

Manfaat kesehatan dari susu soya memang tak terbantahkan. Namun demikian, banyak orang yang peduli tentang perbandingan susu soya dengan susu sapi.

Susu kedelai atau soya yang memiliki protein, dan karna terbuat dari kacang juga mengandung serat yang jauh lebih tinggi dari susu sapi. Manfaat terbesar dari susu soya adalah isoflavon. Ini adalah bahan kimia yang mirip dengan hormon esterogen.

Isoflavon terhubung ke masalah kesehatan dan bertanggung jawab untuk mencegah banyak kanker, penyakit jantung, esteoporosis dan banyak penyakit lainnya. Susu kedelai tidak bebas lemak.

Susu kedelai memiliki 2 persen lemak lebih sedikit dari susu sapi , tapi tidak mengandung kolestrol jahat. Karena susu kedelai terbuat dari kacang, susu ini berisi sekitar 9 kali lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan susu sapi.

Selain itu, susu kedelai memiliki 10 kali lebih banyak asam lemak ketimbang susu sapi, yang merupakan lemak sehat. Susu kedelai bebas kolestrol. Selain itu, susu kedelai dapat mengurangi kolestrol jahat LDL, sedangkan susu sapi meningkatkan kadar kolestrol LDL.

Susu kedelai juga menyediakan perlindungan tambahan untuk hati dengan pytochemical, yang berlimpah dalam susu kedelai.

Susu kedelai mengandung empat kali banyak jumlah thiamin (vitamin B1) dan hampir dua kali jumlah niasin (vitamin B3) dibandingkan dengan susu sapi. Susu kedelai juga berisi lebih banyak magnesiu, tembaga dan mangan dari susu sapi.

Kelemahan Susu Soya

Kelemahan utama dari susu kedelai adalah kurangnya kandungan kalsium, yang hanya sekitar seperempat dari kalsium yang dikandung susu sapi. Banyak produsen susu kedelai manambahkan kalsium untuk produknya, tetapi studi menunjukan bahwa hal itu tidak sesehat kalsium alami. 

Adapun inti sembilan asam amino pada protein yang diperlukan untuk mepertahankan hidup, susu sapi dan susu kedelai mengantung jumlah hampir identik. Susu sapi dan susu kedelai mengandung jumlah hampir identik.

Susu sapi memiliki superlima gram asam amino lebih penting ketimbang susu kedelai. Karena salah satu dari sembilan asam amino esensial adalah metionin, hal ini dapat menjadi kemenangan untuk pecinta susu sapi. 

Susu sapi mengandung dua kali lebih banyak metionin ketimbang susu kedelai. Wanita yang menderita kanker payudara mungkin harus membatasi asupan protein kedelai, karena beberapa studi telah menunjuk kemungkinan bahaya mengkonsumsi kedelai berlebihan. 

Tapi perlu diingat, kedua jenis susu ini tidak diberikan untuk bayi di bawah usia satu tahun. ASI adalah makanan dan minuman bagi bayi, karena semua sumber nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang sudah terkandung dalam ASI.

Inilah 5 Manfaat Susu Soya untuk Bayi dan Penjelasnnya

1. Baik untuk Bayi yang Alergi Susu Sapi

Alergi susu sapi merupakan hal yang sering terjadi pada bayi. Alergi susu sapi merupakan reaksi hipersensitivitas yang dimediasi oleh IgE. dalam hal ini bayi memiliki alergi terhadap protein susu sapi. Susu soya merupakan alternatif yang baik pada bayi yang memiliki alergi susu sapi. 

Namun, beberapa ahli mengatakan bahwa bayi yang memiliki alergi susu sapi cenderung untuk mengalami alergi susu soya juga namun hal ini bisa dibantah melalui penelitian yang mengatakan hanya 10-14% bayi yang alergi susu sapi akan menderita alergi susu soya. 

Namun untuk keamanan pastikan kepada dokter. Hal ini berbahaya pada alergi ialah reaksi anafilaktik, atau reaksi alergi sistematik atau pada seluruh tubuh yang bisa menyebabkan kematian. 

Susu soya memiliki kelebihan lainnya, yaitu reaksi anafilaktik pada protein susu soya sangat jarang terutama pada bayi sehingga susu soya sangat cocok. 

2. Baik untuk Bayi yang Mengalami Gangguan Metabolisme Karbonidrat

Bayi dengan gangguan metabolisme karbonidrat yang mendapatkan manfaat dari susu soya adalah bayi dengan gangguan galaktosemia dan defisiensi laktase primer. Kedua kondisi ini pada dasarnya merupakan hal yang sangat jarang.

Galaktosemia merupakan gangguan yang tidak bisa mencerna galaktosa yang merupakan salah satu jenis karbonidrat. Defisiensi laktase primer merupakan gangguan dimana enzim laktase tidak bisa diproduksi sejak awal atau gangguan kongenital.

Laktase merupakan enzim yang diperlukan untuk mencerna laktosa yang juga merupakan salah satu jenis karbonidrat. Galatosa merupakan karbonidrat disakarida yang berasal dari kombinasi monosakarida laktosa dan gula lainnya.

Kedua penyakit diatas, penggunaan susu formula berbasis kedelai akan menjadi alternatif yang baik, karena susu soya menggunakan sukrosa, salah satu jenis karbonidrat, sebagai sumber karbonidrat utamannya. 

Hal ini disebabkan oleh susu formula menggunakan laktosa sebagi karbonidrat utama sehingga bayi dengan galaktosemia dan defisiensi laktase primer tidak akan memecah laktosa yang menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan bayi.

3. Baik untuk Diare Akut

Diare merupakan salah satu hal yang sering terjadi pada bayi, diare walaupun sederhana namun bisa berkibat fatal karena bisa menyebabkan dehidrasi, penanganan dehidrasi umumnya hanyalah rehidrasi. Diare pada bayi umumnya disebabkan oleh rotavirus.

Penelitian yang membandingkan air susu ibu (ASI), susu sapi dan susu soya tidak ditemukan perbedaan pada tinggat pemulihan dari diare rotavirus dan nonrotavirus berdaarkan terapi nutrisi namun susu soya mampu mengurangi durasi diare.

Oleh karena itu susu soya adalah susu yang baik untuk mengurangi durasi diare dan mencegah diare karena kandungan seratnya.

4. Baik untuk Bayi Defisiensi Laktase Sekunder


Defisiensi laktase sekunder prinsipnya hampir sama dengan defisiensi laktase primer, hanya saja bayi sebelunya memiliki enzim laktase namun seiring berjalannya waktu enzim tersebut tidak sedikit diproduksi lagi oleh bayi atau kadar yang dihasilkan lebih sedikit sebelumnya.

Bayi yang tidak memiliki laktase apabila diberikan susu yang berbasis laktosa akan mengalami diare, oleh karena itu susu soya yang karbonidrat utamannya ialah sukrosa sangat baik untuk bayi dengan kondisi defisiensi laktase sekunder.

Namun beberapa panelitian mengatakan bahwa defisiensi laktase sekunder memiliki laktase namun kadarnnya tidak sesuai normal, oleh karena itu  bayi dengan kondisi ini bisa mencerna laktase namun dalam jumlah sedikit, oleh karena itu susu soya direkomendarikan tapi bukan dalam jangka panjang.

5. Untuk Orang Tua Vegetarian

Bayi dengan orang tua vegetarian yang tidak menginginkan anaknya mengkonsumsi produk hewani bisa menggunakan susu soya sebagai alternatif yang baik. 

Namun para ahli tetap merekomendasikan susu sapi karena susu sapi memiliki kandungan yang lebih baik untuk perkembangan bayi terutama anak-anak.


Nah itulah 5 manfaat susu soya untuk bayi dan penjelasannya.. Semoga bermanfaat..

BACA JUGA: 

KOMENTAR

0 comments