Monday, 19 June 2017

11 Penyebab Bayi Sulit Makan MPASI dan Cara Mengatasinya

11 penyebab bayi sulit makan MPASI dan cara mengatasinya - Bayak ibu menanti penih harap, ketika bayi genap berumur 6 bulan atau 180 hari karena artinya bayi sudah siap untuk makan dan minum selain ASI.
Apalagi sudah sejak umur 4 bulan bayi suka sekali memasukan semua benda ke dalam mulut mungilnya. tiap kali melihat ayah atau ibu makan, mata bayi terlihat ingin untuk ikut makan, makanan ibunya.

Semua ini membuat ibu merasa tidak sabar menanti waktu bayi lulus ASI dan boleh makan. Sebelum Adajerawat.com mengulas masalah tentang 11 penyebab bayi sulit makan MPASI dan cara mencegahnya. Kita ketahui dulu alasan kenapa MPASI harus dimulai umur 6 bulan atau 180 hari.

Alasan kenapa MPASI harus dimulai pada umur 6 bulan atau 180 hari

  1. Kebutuhan nutrisi dan nafsu makan sudah tidak bisa dipenuhi sepenuhnya hanya dari ASI dan susu formula bagi bayi yang tidak disusui.
  2. Cadangan nutrisi penting seperti zat besi sudah habis terpakai dan tidak bisa dipenuhi hanya dari ASI lagi.
  3. Perkembangan sistem persarafan dan oro-motorik telah mulai meningkat dri hanya menghisap menjadi menggigit dan bahkan mengunyah.
  4. Bayi juga telah mulai tumbuh gigi.
  5. Kemampuan bayi mengontro lodahnya susah lebih baik. Reflek menjulurkan lidahnya sudah lebih baik. Reflek menjulurkan lidah menolak objek padat yang memasuki mulutnya telah menghilang dan bayi telah mulai bisa duduk sendiri sehingga mulai bisa lebih lama menikmati makanan yang lebih padat.
  6. Sistem pencernaan telah berkembang sempurna sehingga telah mampu mencerna makanan seperti karbonidrat dengan lebih baik.
  7. Rasa penasaran akan aneka tekstur dan rasa dari lingkungan sehingga fase eksplorasi ini sangat berguna pengenalan makanan baru.

11 Penyebab Bayi Sulit Makan MPASI dan Cara Mengatasinya

1. Tumbuh Gigi

Penyebab bayi susah makan yang pertama bisa jadi dikarenakan ia mengalami tumbuh gigi. Coba deh bunda cek rongga mulutnya, apakah ada gigi susu yang tumbuh atau tidak. Apabila ada gigi baru maka wajar saja jika bayi rewel dan menolak makanan. 

Hal ini dikarenakan ia merasakan nyeri dan sakit. Untuk mengatasinya bunda bisa mengompres gusi bayi dengan basah yang telah dicelupkan ke air dingin. 

Atau bila memang kondisinya cukup parah (misalnya terjadi pendarahan berlebihan) sebaiknya segera bawa bayi berobat ke dokter. ohiya, umumnya gigi pertama tubuh saat usia bayi sekitar 4 bulan, 5 bulan atau 6 bulan.

2. Sariawan

Selain tumbuh gigi, pemicu lain yang memungkinkan ialah bayi mengalami sariawan. Tandanya yaitu adanya bulatan-bulatan putih agak pink disekitar gusi. Selain itu waktna gusinya juga menjadi lebih merah. 

Kondisi ini membuat bayi jadi rewel karena merasakan kesakitan di mulutnya. Bahkan untuk mengecap makanan pun juga perih. Lalu apa yang menjadi penyebab sariawan pada bayi? 

Umumnya disebabkan bayi kurang memperoleh asupan makanan bervitamin. Bisa juga dikarenakan infeksi atau alergi terhadap makanan tertentu. Untuk mengatasinya bunda bisa melakukan beberapa tips, yakni:

  • Mengoleskan kain yang telah direndam air garam
  • Mengompres dengan es batu yang dibungkus kain bersih
  • Membawanya ke dokter
Sariawan ini lebih rentan dialami oleh bayi berusia diatas 10 bulan. Bunda tak perlu cemas sebab sariawan bisa menghilang secara alami kira-kira 1 atau 2 minggu. 

3. Beradaptasi dengan Makanan Baru

Beberapa bayi mengalami kesulitan makan ketika usianya mencapai sekitar 6 bulan. Disaat itu, seharusnya bayi mulai mengenal MPASI. Namun sebagian justru menolak karena masih merasa "asing" dengan makanan baru (seperti bubur, pisang atau lainnya) lidah bayi agak kaget.

Namun bunda tak perlu cemas, karena kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama. Setelah terbiasa bayi justri akan menjadi excited dan semakin ketagihan dengan makanan selain ASI. 

4. Menu Makanan Kurang Kreatif

Alasan lain mengapa bayi susah makan mungkin disebabkan karena menunya yang kurang menarik. Umumnya bayi yang baru mengenal MPASI memiliki keinginan untuk mencoba berbagagai rasa makanan. 

Maka itu, bunda harus sedikit kreatif dalam memasak baik dari segi rasa ataupun tampilan. Dengan begitu bayi bisa lebih tertarik untuk mengkonsumsinya. Ohiya, ingat juga bahwa jenis makanan yang diberikan harus sesuai dengan usianya. 

Kemudian usahakanlah untuk mengawalinya dengan porsi yang sedikit dulu. Setelah bayi terbiasa, bunda baru boleh menambah porsinya lebih banyak.

5. Bayi Sedang Sakit

Apabila bayi terus menerus menolak makanan tanpa alasan yang jelas, padahal bunda juga sudah mengkreasikan makanan, maka kemungkinan bayi sedang tidak enak badan. Biasanya seorang bayi yang terserang demam, flu, pilek ataupun penyakit lainnya cenderung tidak nafsu makan. 

Yang perlu bunda lakukan yakni segera memeriksannya ke dokter. Selain itu, berikan asupan ASI yang cukup kepada bayi. Dengan begitu, kondisinya bisa cepat pulih kembali.

BACA JUGA: 
Refluk gastroesofagus (RGE) bukanlah kondisi yang membahayakan bagi seorang bayi. Namun jika terjadi secara berulang-ulang dengan kurun waktu cukup lama bisa membuat bayi cenderung tidak nafsu makan. 

Lalu apa sebenarnya RGE itu? RGE merupakan kondisi dimana zat asam yang berada didalam lambung naik kembali menuju esofagus sehingga menyebabkan bayi mengalami gumih. Umumnya gumoh sering dialami bayi berusia dibawah 3 bulan. 

Kemudian porsentasenya akan semakin menurun saat bayi mulai menginjak usia 1 tahun. RGE bisa menjadi gangguan serius makanakala bayi juga mengalami gejala-gejala lain, seperti gumoh berlebihan hingga muntah, rewel, berat badan turun drastis hingga demam. 

Jika hal ini sampai terjadi kemungkinan telah terjadi peradangan dan iritasi pada dinding esofagus. Untuk mengatasinya segera bawa bayi ke dokter  untuk berobat. 

Oh iya, sebagai informasi bunda bisa meminimalisir resiko RGE dengan cara tidak langsung menidurkan bayi setelah memberikan makan. Biarkan badannya berada dalam posisi tegak untuk beberapa menit agar makanan bisa dicerna secara sempurna.

7. Merasa Kenyang

Faktor penyebab bayi susah makan berikutnya yaitu bayi merasa kenyang. Barangkali bunda telah memberikan ASI, lalu tak selang beberapa lama bunda langsung menyuapinya dengan bubur. Hal ini tentu membuat lambung bayi terasa berat. 

Perlu bunda ketahui bahwa proses pencernaan susu membutuhkan watu yang agak lama. Maka itu berikan rentang waktu kira-kira 2 jam antara mengkonsumsi AS dengan makanan. Dengan begitu, kemungkinan bayi sudah merasakan lapar dan ia bisa makan dengan lahap.

8. Bayi Merasa Lelah dan Ngantuk

Setelah menjalani berbagai macam aktivitas seharian, misalnya ia berlari-lari dan berjalan atau merangkak kesana kemari. Mungkin juga bunda telah mengajaknya bepergian. Maka biasannya bayi akan merasa kelelahan. 

Nah, disaat lelah ini bayi cenderung ingin beristirahat. Nafsu makanannya pun otomatis menurun. Jadi sebaiknya bunda jangan memaksa untuk memberikan makan, sebab itu sama saja dengan bunda mengganggu waktu tidurnya. 

Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah mengatur waktu. Bunda harus bisa memanage waktu tidur, waktu bermain dan waktu makan untuk bayi dengan sebaik mungkin.

9. Keseringan Mengemil

Seorang anak kecil memang membutuhkan asupan makanan yang banyak agar pertumbuhannya bisa berjalan optimal. Memberikan cemilan untuk bayi (seperti biskuit) sebenarnya memang diperbolehkan. 

Tujuannya agar perut anak terisi disela-sela waktu makananya. Namun bila pemberian cemilan ini berlebihan, misalnnya saja bunda memberikan susu formula, lalu biskuit, coklat, buah dan sejenisnya dalam waktu bersamaan maka otomatis bayi akan menolak makan nasi. 

Nah, maka itu bunda harus berhati-hati dalam memberikan cemilan. Usahakan agar bayi tidak mengemil di waktu yang berdekatan dengan jam makan. Selai  itu, porsi cemilan juga sebaiknya disesuaikan dengan jumlah kebutuhan kalori harian bayi sesuai dengan usiannya.

10. Efek Pemberian Vaksinasi Imunisasi

Seorang bayi biasanya disarankan untuk memperoleh vaksin dengan tujuannya agar sistem imunnya lebih kuat. Dengan begitu, anak tidak mudah sakit saat dewasa kelak. Namun demikian, bunda harus tahu bahwa pemberian vaksinasi atau imunisasi juga memiliki efek samping. 

Umumnya bayi akan mengalami demam sementara, rewel dan tidak nafsu makan. Kondisi ini sangat normal dan tidak bersifat permanen. Biasanya gejala tersebut akan hilang begitu saja setelah beberapa hari. 

Jadi bunda tak perlu cemas. Kecuali jika bayi menunjukan gejala sakit yang tak kian sembuh maka sebaiknya segera periksakan ia ke dokter spesialis yang berpengalaman.

11. Ingin Mencari Perhatian

Bukan orang dewasa saja yang membutuhkan perhatian. Nyatanya anak bayipun juga senang mencari perhatian dari orang tuanya. Hal ini sering terlihat saat usia bayinya memasuki menginjak 1 tahun. Ia juga akan menolak makanan tanpa sebab hanya karena ingin diperhatikan dan dimanja. 

Terkadang ia juga berusaha berlarian ketika bunda menyuapi, sebab ingin ia menggoda bunda. Untuk mengatasi kondisi ini hanya ada satu kuncinya yakni kesabaran. Turuti saja yang ia inginkan. Coba bujuk dan rayu ia agar mau makan. Yang terpenting jangan menyerah dan juga jangan marah.

Tips dan Trik untuk Menghadapi Bayi Susah Makan

Orang tua mana yang tidak sedih jika anaknya tidak mau makan?. Tentunya kondisi tersebut membuat orang tua menjadi sangat cemas. Nah, dibawah ini beberapa tips yang bisa diprakterkan untuk menghadapi bayi susah makan.
  1. Berusahalah mencari tahu penyebabnya. Alasan mengapa bayi susah makan. Dengan mengetahui penyebabnya maka solusi pun akan mudah didapatkan.
  2. Jangan menyerah untuk membujuk bayi agar mau makan
  3. Bersabarlah, jangan sampai bunda marah-marah hanya karena bayi menolak untuk makan. Perilaku tersebut justru membuat bayi ketakutan.
  4. Coba gendong bayi dan ajak jalan-jalan diluar sambil bunda menyuapi makanan agar bayi terhibur.
  5. Perkenalkan makanan MPASI secara perlahan-lahan. Apabila bayi mulai terbiasa dan mau makan. Bunda dapat meningkatkan porsinya.
  6. Buatlah masakan yang kreatif agar bayi tidak bosan. Namun pastikan menu sehat.
  7. Apabila bayi menolak saat bunda tengah menyuapi, maka jangan dipaksakan. Barangkali ia sudah merasa kenyang.
  8. Bunda bisa memberikan porsi sedikit, tapi frekuensinya berulang kali 
  9. Bunda perlu sabar saat menyuapi bayi karena biasanya bayi membutuhkan waktu cukup lama untuk menghabiskan makannanya.
  10. Berikan makanan peningkat selera atau nafsu makannya, seperti pisang, jeruk, pepaya dan stroberi.
  11. Batasi aupan cairan ASI agar bayi tidak kekenyangan.

Bahaya Menunda MPASI

Jika MPASI diberikan terlambat (anak lebih dari 6 bulan) resikonya adalah anak akan terganggu perkembangan kemampuam makan atau oro-motoriknya sehingga selanjutnya akan mengalami kesulitan makan yang lebih parah. 

Selain itu anak akan menjadi kurang gizi karena ASI sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan energi maupun zat gizi bagi anak umur 6 bulan, baik di negara maju apalagi di Negara miskin dan sedang berkembang.

Nah itulah tadi ulasan mengenai 11 penyebab bayi sulit makan MPASI dan cara mengatasinya. Semoga tips ini bermanfaat untuk kalian para orang tua yang sedang menantikan buah hati anda segera tahap makan MPASI. Baca juga: 22 cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi dan cara mengatasinya.





KOMENTAR

0 comments