Tuesday, 13 June 2017

7 Pertolongan Pertama Mengatasi Demam pada Bayi

Balita yang masih berusia dibawah 1 tahun memang rentan sekali terkena penyakit. Saat bayi terkena demam atau panas, mengkompres tubuh bayi akan menjadi tindakan refleks untuk mencegahnya. Namun, sudahkan tindakan yang anda lakukan itu benar?.

Menurunkan demam dengan cara mengkompres memang sudaj dapat meredakan demam bayi. Anda akan merasa lega bila panas bayi sudah mulai turun. Akan tetapi jika kasusnya berbeda, kompres bayi tidak dapat menurunkan demam bayi, lalu harus bagaimana?.

Bayi yang masih dalam tahap pertumbuhan, demam memang tidak dapat dipisahkan darinya. Daya tahan tubuh bayi menjadi faktor dan penyebab kenapa bayi sering sekali terkena demam.
Daya tahan tubuh bayi yang masih berusia 0-12 tahun memang sangat lemah sehinga rentan terserang penyakit bahkan terkena infeksi. Bayi yang masih berusia 0-6 bulan memang belum memilik mekanisme pengatur suhu tubuh yang baik.

Terkadang, bayi yang terkena infeksi tidak memberikan reaksi apapun, suhu bisa jadi tetap normal tapi sesungguhnya bayi terkena infeksi.

Sebagai indikator untuk mengetahui bahwa bayi terkena infeksi atau penyakit selain dengan melihat suhu badan, juga dapat dilakukan dengan mengamati tingkah laku bisa menjadi salah satu indikator yang kuat daripada suhu tubuh bayi.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Sulit Tidur pada Ibu Hamil Usia 8 Bulan

Beberapa contoh yang dapat dijadikan indikator bayi terkena infeksi atau penyakit lain diantaranya adalah

  • Badan bayi menjadi lemas
  • Lesu,
  • Yang biasanya aktif menjadi tidak aktif
  • Tidak mau makan
Indikator di atas bukanlah merupakan indikator pasti untuk setiap bayi. Anda sebagai orang tua lah 

yang memahami betul bagaimana kondisi bayi anda, kebiasaannya, dan tingkah lakunya. Jadi mulailah untuk mempelajari apapun perubahan yang ditunjukan oleh bayi anda.

Sebelum Adajerawat.com membahas 7 pertolongan pertama mangatasi demam pada bayi. Ada harus tau terlebih dahulu suhu normal bayi bila dikatakan sedang demam dan penyebab apa saja yang membuat bayi demam. Berikut ulasannya.

Berapakah Suhu Normal Bayi? dan Bagaimana Cara Mengetahui Bila Bayi Sedang Demam?

Meskipun setiap bayi memiliki suhu normal yang bebeda-beda, namun tetap saja ada rentang suhu yang dapat dijadikan patokan. Kebanyakan orang menganggap suhu normal pada angka 37 derajat celcius. Padahal, setiap orang memiliki suhu badan yang bervariasi.
Berikut ini adalah rentang suhu badan yang bervariasi. Berikut ini adalah rentang suhu normal pada bayi, anak-anak dan dewasa.
  • Suhu normal bayi: 36,1 - 37,7 derajat celcius
  • Suhu normal anak: 36,3 - 37,7 derajat celcius
  • Suhu normal dewasa: 36,5 - 37,5 derajat celcius
Jika melihat rentangan suhu normal diatas, dapat disimpulkan bahwa bayi dikatakan mengalami demam bila suhu tubuhnya mengalami kenaikan sampai pada 38 derajat celcius atau lebih.

Demam pada bayi terkadang datang secara tiba-tiba tanpa kita sadari. Sehingga pengetahuan mengenai suhu normal menjadi sangat penting untuk diketahui setiap orang tua.

Panas bayi yang naik turun memanglah wajar terjadi. Hal ini berkaitan dengan sistem ketahanan tubuh bayi  yang hanya dapat meresposnnya perubahan suhu dan juga tingkah laku. 

Peningkatan suhu yang terjadi pada bayi menunjukan bahwa bayi sedang berusaha untuk melakukan perlawanan terhadap penyakit akibat infeksi, virus, bakteri dan lainnya.

Bagaimana Cara Mengukur Suhu Bayi?

Jika anda memiliki kebiasaan mengecup kening bayi atau mengelus kepalanya dan merasa suhu tubuhnya lebih hangat, boleh jadi ia memang sedang demam. Tentu saja, selajutnya anda harus memastikan menggunakan termometer.

Jika suhunya lebih dari 38 C, berarti bayi anda betul-betul demam. Dan inilah cara  mengukur suhu yang benar:
  • Wilayah tubuh yang dapat dijadikan tempat pengukuran suhu yaitu anus, mulut, ketiak, dahi dan telinga. Namun yang paling dianjurkan untuk bayi adalah anus. Karena wilayah inilah yang paling mendekati suhu tubuh sebenarnya. Pengukuran suhu rektal atau memalalui anus juga kerap digunakan untuk mendapatkan suhu tubuh yang akurat.
  • Posisi bayi dalam keadaan tengkurap atau dimiringkan, kemudia masukan ujung termometer air raksa atau digital kedalam anusnya. Jangan paksa masuk lebih dalam bila termometer sudah terasa tertahan. Tunggu sesaat hingga termometer berbunyi.
  • Jiaka pengukuran di anus sulit dilakykan, termometer dapat juga diselipkan diketiak. Pastikan ujungnya menempel dikulit. Stelah itu, tekan lengan bayi ke dadanya agar termometer benar-benar terjepit. Tunggu sampai hingga termometer berbunyi. Biasanya hasil pengukuran di ketiak lebih rendah 0,51-1 C daripada pengukuran di Anus.
  • Jangan melakukan pengukuran suhu sehabis bayi dimandikan karena suhu yang terukur akan lebih rendah daripada kondisi yang sebenarnya.

Haruskah Hal Itu Dikhawatirkan?

Bayi yang tidak dapat bicara dan hanya mengutarakan sesuatu dengan menangis memang akan membuat setiap orang tua merasa gelisah bilamana tangisan bayi sertai dengan kenaikan suhu tubuhnya.

Rasa khawatir yang anda tunjukan itu adalah hal yang wajar. Akan tetapi janganlah rasa khawatir anda menyebabkan anda menjadi salah langkah dalam menghadapi demam pada bayi anda.
Perlu anda ketahui bahwa sebenarnya peningkatan atau tingginya suhu tubuh tidak dijadikan indikasi pasti bahwa penyakit yang diderita semakin parah, yang jelas saat itu, tubuh sedang berusaha melakukan perlawanan terhadap penyakit akibat infeksi.

Suhu tubuh yang tinggi membuat bakteri dan virus penyebab infeksi kesulotan untuk bertahan hidup. Itulah sebabnya mengapa terkadang demam dapat reda dengan sendirinya dalam 1-2 hari dan tak selalu butuh pengobatan.

Anda patut merasa khawatir bila suhu tubuh bayi sudah melebihi 38 derajat celcius dan itu berlangsung lama. Bila terjadi demikian, segeralah periksa bayi anda ke dokter untuk mengetahui apakah ada infeksi atau gejala penyakit lain yang menyerang bayi anda.

Penyebab Demam pada Bayi

Sekilas tadi sudah disebutkan bahwa anda harus mengenali demam yang terjadi pada bayi anda agar dapat membedakan mana demam yang perlu dianggap serius atau hanya sebuah proses alami mempertahankan diri dari serangan infeksi.

Memang, dengan mengenali demam bayi, pengobatan akan menjadi lebih terfokus dan tepat sasaran. Mungkin sekedar memberikan pemahaman kepada anda apa saja yang menjadi penyebab demam pada bayi anda. 

Berikut ini merupakan beberapa penyebab demam pada bayi anda, Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab Demam Berdarah
  • Infeksi saluran pernafasan, bisa disebabkan oleh bakteri atau virus. Mulai dari pilek, flu, hingga radang tenggorokan.
  • Infeksi telinga
  • Tongsilitis ( radang amandel )
  • Efek samping imunisasi
  • Sinusitis
  • Virus reseola
  • Diare
  • Infeksi ginjal
  • Batuk rejan
  • Disentri
  • Tifus
  • Cacat air
  • Demam berdarah
  • Malaria
  • Infeksi saluran kemih
  • Pnemumonia
  • Meningitis
  • Infeksi darah
  • Baju yang terlalu tebal

7 Pertolongan Pertama Mengatasi Demam pada Bayi

Inilah beberapa langkah yang dapat menjadi pertolongan pertama untuk mengatasi demam pada bayi yang dapat dilakukan di rumah.

1.  Membiarkan Tubuh Bayi Bekerja Secara Alami

Sebetulnya demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan bakteri atau virus. Para ahli yakit, tubuh dapat lebih efektif melawan infeksi jika suhunya naik. 

Nah jika perilaku bayi tidak berubah, tetap aktif bermain, mau minum dan makan MPASI. Anda tidak perlu memberinya obat penurun panas. Biarkan tubuhnya bekerja secara alami.

2. Kenakan pada Bayi Baju Tipis dan Menyerap Keringat

Kenakan pada bayi baju tipis, nyaman, dan menyerap keringat. Hindari baju tebal, baju hangat dan selimut tebal. Sebaiknya memang tidak menyelimuti si kecil yang sedang demam, apalagi menggunakan selimut tebal. 

Selain itu sebaiknya tidak dipakaikan baju tebal atau jaket ketat dan tertutup rapat yang justru malah akan meningkatkan suhu tubuhnya. 

Sebaliknya agar suhu tubuhnya cepat turun, gunakan pakaian tipis longgar dan bahannya menyerap keringat yang membuat si kecil jadi nyaman dan tak berkeringat. Usahakan pula agar sirkulasi kamar/ ruangannya baik. 

Khusus pada bayi, metode kangguru bisa dicoba untuk menurunkan suhu tubuh. Secara psikologis, menggendong metode kangguru juga akan membuat si kecil merasa nyaman berada dalam dekapan/pelukan ibunya.

3. Berikan ASI Lebih Banyak dan Sering

Berikan ASI lebih banyak dan sering. Bila usianya di atas 6 bulan dapat ditambah dengan air putih, kaldu ayam, kuah sayur, atau jus buah. Saat bayi demam, penguapan cairan tubuh meningkat. 

Bila asupan cairan kurang karena bayi kurang minum, ini dapat menyebabkan dehidrasi ringan lantaran kebutuhan air meningkat bila suhu tubuh meningkat.

4. Memberinya Kompres Hangat

Jika temperatur tubuh terlalu tinggi, bayi akan merasa tidak nyaman, idak bernafsu makan dan minum, serta sulit tidur yang justru membuatnya semakin sakit. Jika demikian, berikan kompres hangat yang dapat menurunkan suhu tubuh dalam waktu 30-45 menit.

Caranya : Lepaskan seluruh pakaian bayi, kemudian lap sekujur tubuhnya dengan menggunakan handuk yang telah dibasahi air hangat, lalu keringkan. Ulangi beberapa kali hingga suhu tubuhnya turun. Bila perlu mandikan bayi dengan air hangat.

Jangan pernah menggunakan alkohol karena dapat terserap menuju pembuluh darah melalui kulitnya dan merusak jaringan saraf. Jangan pula gunakan air dingin/es karena akan membuat bayi tidak nyaman.

5. Gendong Kangguru

Metode gendong kangguru dapat dipakai untuk menurunkan suhu tinggi pada bayi/anak dengan cara memanfaatkan istem pengaturan suhu tubuh ibu. Namun, cara ini hanya cocok untuk demam akibat sakit ringan. 

Secara psikologis gendong kangguru juga menenangkan bayi karena ia berada dalam pelukan ibu. Syaratnya adanya kontak kulit antara bayi dengan yang menggendong. Telanjangkan bayi dan dekaplah didada di dalam baju anda yang longgar.

6. Memberi Obat Penurun Panas

Jika suhu sudah di atas 38 C, berikan obat penurun panas dalam bentuk drops (dengan pipet takar untuk bayi). Hati-hatinya dengan dosisnya karena harus diukur berdasarkan berar badannya (lebih ditanyakan dulu pada dokternya lewat telepon). 

Ada 2 kelompok obat yang disarankan yakni ibuprofen dan asetaminofen/parasetamol, yang dapat diulang setiap 4 jam sekali (asetaminofen) atau 6 jam sekali (untuk ibuprofen). Bila suhu tubuhnya masih tinggi lebih amannya lakukan pengulangan selama 6 jam.

Yang tidak dianjurkan untuk bayi atau anak-anak dibawah 16 tahun adalah kelompok asetosal (seperti aspirin, aspilet) dan kelompok metamiso karena dapat berakibat fatal. Penting diperhatikan, jangan memberi bayi 2 kelompok obat sekaligus.

7. Ukur Suhu Bila Perlu 3 Jam Sekali

Ukur suhu bila perlu 3 jam sekali ( patokannya agar lebih mudah, pertama diukur pukul 6, kedua pukul 9 ketiga pukul 12, keempat pukul 15 dan seterusnnya) atau bisa juga setiap satu jam sekali agar lebih akurat.

Catat dan berikan kepada dokter saat melakukan konsultasi. Pola suhu tubuh dapat membantu mengetahui kemungkinan penyakit yang diderita pada buah hati anda.

Itulah ulasan mengenai 7 pertolongan pertama mengatasi demam pada bayi. Kenali jenis penyakit buah hati anda sekecil mungkin. Dan segeralah memberi pertolongan pertama untuk bayi anda jika bayi anda terlihat tidak seperti biasannya. Semoga ulasan tadi bermanfaat.

BACA JUGA:

KOMENTAR

0 comments