Monday, 3 July 2017

9 Cara Mengantisipasi Infeksi Pada Ibu Hamil

Bagi sebagian wanita, kadang kehamilan dapat membuat tubuh mereka menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

Bukan hanya itu, kondisi tubuh mereka saat hamil juga cenderung memicu infeksi yang mereka derita menjadi lebih serius jika tidak segera ditangani.

Infeksi saluran kemih atau ISK kerap kali di alami oleh ibu hamil. Gangguan kehamilan ini memang sangat umum di alami oleh sebagian besar ibu hamil, di mulai ketika usia kandungan 6-24 minggu.

Gangguan infeksi saluran kemih ini terjadi karena keadaan rahim yang memang terletak tepat di atas kandung kemih semakin hari semakin membesar, dan menekan kandung kemih, sehingga akan menghambat aliran urine yang pastinya bisa menyebabkan infeksi.
Bukan hanya itu, kebiasaan dalam menahan berkemih juga menjadi pemicu utama terjadinya infeksi saluran kemih pada ibu hamil, hal ini dikarenakan banyaknya bakteri yang memang terkumpul di bagian dalam kandung kemih.

Infeksi ini juga bisa terjadi pada beberapa bagian organ yang memang masih berkaitan dengan saluran kemih, diantaranya yaitu ginjal, uretur, serta uritra.

BACA JUGA: 10 Cara Memperbaiki Pola Tidur yang Terganggu

Nah, pada kesempatan kali ini Adajerawat.com akan mengulas tentang 9 Cara Mengantisipasi Infeksi Pada Ibu Hamil. Yuk simak ulasannya di bawah ini.

Berikut 9 Cara Mengantisipasi Infeksi Pada Ibu Hamil

Penyakit infeksi saluran kemih pada ibu hamil biasanya di tandai dengan beberapa gejala, yaitu seperti:
  1. Merasa sakit atau panas saat buang air kecil
  2. Buang air kecil tidak lancar, urine keluar hanya sedikit
  3. Frekuensi berkemih meningkat
  4. Urine berwarna pekat, kuning kecokelatan
  5. Urine berbau busuk tidak sedap
  6. Terdapat darah atau lendir dalam urine
  7. Perut bagian bawah terasa sakit
  8. Tubuh menggigil, demam, berkeringat

1. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika bakteri menyerang bagian tertentu dari sistem saluran kemih yang terdiri atas ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. ISK dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu ISK bawah dan atas.

ISK bawah merupakan infeksi yang terjadi pada uretra dan kandung kemih. Gejala dari kondisi ini meliputi rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urin yang keruh, dan bau urin yang menyengat.

Sedangkan ISK atas merupakan infeksi yang terjadi pada ureter dan ginjal. Gejala dari kondisi ini meliputi nyeri pada bagian selangkangan, mual, dan demam.

ISK umum terjadi selama masa kehamilan, hal ini terjadi karena hormon kehamilan menimbulkan perubahan pada saluran kemih dan membuat kamu lebih rentan untuk terkena infeksi.

Jika tidak segera diatasi, infeksi ini dapat menimbulkan infeksi pada ginjal dan berakhir dengan kelahiran prematur.

2. Vaginosis Bakteri

Bacterial Vaginosis (BV) atau vaginosis bakteri terjadi karena terganggunya keseimbangan bakteri di vagina. Meski tidak menimbulkan rasa sakit maupun gatal, BV menyebabkan keputihan dan aroma vagina yang tidak sedap bagi penderitanya.

BV umumnya tidak berbahaya, namun jika dialami oleh wanita yang sedang hamil, infeksi ini berisiko kecil menimbulkan komplikasi pada kehamilan, seperti keguguran atau kelahiran prematur.

Bagaimanapun jika vagina mengeluarkan cairan dalam jumlah banyak, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan kamu.

3. Infeksi Jamur

Infeksi jamur vaginitis muncul ketika kondisi alami vagina terganggu oleh faktor internal atau eksternal sehingga memicu pertumbuhan jamur mikroskopis secara berlebihan.

Infeksi jamur sering terjadi pada wanita hamil karena adanya perubahan hormon yang berdampak pada kondisi vagina. Wanita yang terkena infeksi jamur biasanya mengalami keputihan serta gatal-gatal.

4. Toksoplasma

Infeksi toksoplasma ditularkan dari kotoran hewan peliharaan, terutama kucing. Kebanyakan wanita sudah memiliki virus tokso di dalam dirinya sebelum kehamilan dan karenanya telah membangun antibodi untuk melawan virus tersebut.

Tapi ada beberapa yang belum mempunyai kekebalan tubuh terhadap virus ini. Infeksi toksoplasma saat hamil berpotensi menyebabkan kebutaan dan kerusakan pada otak bayi.

Oleh karena itu, hindari penanganan kotoran hewan saat hamil dan selalu pastikan makanan yang Anda makan telah dimasak sampai matang.

5. Infeksi Streptokokus Grup B

Tiga dari sepuluh orang memiliki bakteri streptokokus Grup B (SGB) di dalam tubuhnya. Secara umum, bakteri ini tidak berbahaya dan tidak menimbulkan penyakit, demikian juga pada masa kehamilan.

Walau begitu, pada beberapa kehamilan, SGB dapat menyebabkan infeksi pada bayi sebelum atau pada saat persalinan berlangsung. Jika di kehamilan sebelumnya bayi kamu terinfeksi SGB, konsumsilah antibiotik untuk mencegah janin kamu yang sekarang terinfeksi.

Jika kamu menderita infeksi kandung kemih dengan SGB, antibiotik juga perlu diberikan saat persalinan.


Berikut ada beberapa cara dalam mengatasi infeksi saluran kemih yang terjadi pada ibu hamil, yaitu sebagai berikut:

1. Perbanyak Minum

Kamu harus memastikan kalau asupan cairan dalam tubuh kamu tidak kurang dengan mengusahakan minum sebanyak 8-10 gelas setiap harinya.
Bukan hanya untuk mencegah terjadinya dehidrasi, namun banyaknya asupan cairan mampu mempercepat penyembuhan infeksi saluran kemih pada ibu hamil.

2. Penuhi Asupan Gizi

Kamu juga harus memperhatikan asupan gizi yang baik dan cukup. Karena dengan asupan gisi yang baik maka bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh kamu selama menjalankan masa kehamilan, terutama dalam melawan terjadinya infeksi.

3. Jangan Tahan Buang Air Kecil

Segeralah berkemih ketika tubuh kamu mengingkan hal itu terjadi. Kamu juga harus memastikan kalau kamu berkemih sampai benar-benar tuntas.
Bukan hanya itu, kamu juga harus membiasakan diri untuk berkemih sebelum dan sesudah melakukan hubungan suami istri, hal ini bertujuan untuk membuang bakteri yang memang berpindah selama kamu berhubungan intim.

4. Jaga Kebersihan Saluran Kemih

Setelah kamu berkemih, maka segeralah kamu untuk membersihkan area saluran kemih kamu sampai benar-benar kering dari bagian arah depan sampai belakang. Hal ini patut kamu lakukan guna mencegah terjadinya penyebaran kuman yang berasal dari anus ke vagina atau bahkan uretra.

Nah, itulah ulasan tentang 9 Cara Mengantisipasi Infeksi Pada Ibu Hamil. Apabila penjelasan di atas ada yang kurang jelas, atau kamu ingin memberikan kami rekomendasi selanjutnya harus membuat artikel apa, silahkan comment di bawah ya gais. Semoga bermanfaat...

BACA JUGA: 
KOMENTAR

0 comments