Wednesday, 19 July 2017

8 Dampak Buruk Makanan Bersantan Bagi Kesehatan!

Asam lemak jenuh paling besar terdapat pada santan dibandingkan daging dan minyak goreng. Meskipun begitu, bukan berarti kamu tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan bersantan lho. Tentu kamu tetap boleh mengonsumsinya, hanya saja ada konsekuensi khusus yang perlu kamu ketahui agar menjadi bijak dalam membuat variasi santapan setiap hari.
Mengonsumsi makanan mengandung lemak memang memiliki manfaat bagi metabolisme tubuh, namun porsinya tentu harus dibatasi. Terutama bagian yang mengandung lemak jahat cukup tinggi seperti otak, jeroan, dan kulit ayam. Asupan lemak yang dianjurkan ialah 25-35 persen dari total energi dan 8-10 persen diantaranya adalah lemak jenuh.

Memang tidak mudah untuk mengubah kebiasaan makan, namun bukan berarti tidak mungkin. Meski kamu gemar memakan sayuran, tapi jika sayuran yang disantap bersantan, itu bisa menyebabkan kadar kolesterol tinggi.

BACA JUGA: Cara Mengatasi Jerawat dengan Masker Daun Mint

Nah, pada kesempatan kali ini Adajerawat.com akan mengulas tentang 8 Dampak Buruk Makanan Bersantan Bagi Kesehatan! Yuk simak ulasannya di bawah ini.

Berikut 8 Dampak Buruk Makanan Bersantan Bagi Kesehatan!

1. Asam Lambung Naik

Ketika perut dalam keadaan kosong misalnya pada saat menjalankan ibadah puasa, Maka ketika sedang berbuka hendaknya hindari makanan yang bersantan dan mulailah dengan minuman yang manis terlebih dahulu.
Perut yang kosong tetapi sudah dimasuki santan dapat mempersulit lambung mencerna makanan lain sehingga akan timbul rasa nyeri pada lambung dan memicu peningkatan asam lambung secara tiba tiba. Kondisi ini menyebabkan munculnya penyakit mag bagi orang sehat yang awalnya tidak memiliki penyakit maag.

2. Kolesterol

Mengkonsumsi santan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, santan memiliki kandungan lemak trans dan asam lemak jenuh yang terbentuk ketika telah dipanaskan apalagi dalam waktu lama.
Ketika santan yang telah dipanaskan kemudian kita konsumsi, maka lemak-lemak tadi akan menyebabkan kadara kolesterol darah akan meningkat. Kolesterol dalam darah merupaka lemak yang memilik dampak butuk bagi tubuh sehingga biasa digolongkan sebagai lemak jahat. 

3. Iritasi Tenggorokan

Mengkonsumsi santan ternyata dapat mengiritasi tenggorokan. Pada banyak orang, mengkonsumsi santan mungkin hal biasa atau lumrah dan tidak menimbulkan efek apapun pada tenggorokan. Namun pada beberapa orang tertentu dengan sifat tenggorokan yang sensitif dan mudah terjadi iritasi, mengkonsumsi santan justru akan menambah gejalanya.
Kandungan lemak ataupun minyak dalam santan dapat memeperparah perasangan atau iritasi pada kulit tenggorokan yang sensitif tadi. Akibatnya tidak sedikit orang yang akan mengalami batuk, nyeri tenggorokan dan leher yang terasa berlendir.

4. Munculnya Jerawat

Jenis kulit berminyak sangat rentan menjadi lebih sensitif terhadap santan kelapa yang dikonsumsi secara berlebihan.
Lemak santan dapat meningkatkan kadar minyak alami yang ada dibawah kulit menjadi terkontiminasi lemak jenuh sehingga tanpa disadari justru menyumbat pori pori dan memicu munculnya jerawat yang datang tidak beraturan atau datang satu satu tetapi jika dibiarkan tanpa ada pengobatan akan cepat tumbuh menjadi banyak.


5. Obesitas

Penggunaan santan dengan penambahan gula pada sayur, Kolak, Soto dan sebagainya dapat menyebabkan lemak jenuhnya semakin meningkat, Hal ini dikarenakan tanpa adanya penambahan gula pada hakikatnyan santan telah mengandung gula sekitar 2,1 gr yang apabila terjadi proses pemanasan maka kolesterol.
Lemak jenuh dan zat trigligseridanya mengalami jumlah yang mengejutkan yaitu 2 kali lipat lebih banyak dan sangat mungkin menyebabkan bahaya makanan bersantan ini dalam bentuk kenaikan berat badan. 

6. Kerusakan Organ Empedu

Kantung empedu bermanfaat untuk penyerapan lemak dalam tubuh agar kadarnya tetap dalam kondisi stabil namun ketika santan lemak terlalu banyak masuk dalam tubuh maka bahaya makanan bersantan yang akan dialami adalah berupa penumpukan kolesterol dan menyebabkan pembentukan batu empedu.
Terlalu banyak lemak santam dalam tubuh justru mengakibatkan kantung empedu telah gagal menstabilkan kadar lemak yang seimbang dalam tubuh. Terbentuknya batu empedu dapat menyebabkan penebalan permukaan dinding empedu dan menyebabkan reaksi kimia dalam empedu yaitu pembentukan batu empedu.

7. Gangguan Jantung

Ketika santan mentah dimasak dalam suhu tinggi yang terlalu lama atau dilakukan pemanasan yang berulang maka menyebabkan santan mengalami pemadatan dan peningkatan jumlah lemak lalu perlahan namun pasti berubah menjadi lemak jahat atau Lower Density Lipopokers/ LD.
Bahaya makanan bersantan dapat menyebabkan penumpukan lemak trans dalam tubuh yang berpotensi besar mengiritasi jantung kemudian Memblokir aliran darah arteri jantung dan menyebabkan timbunan lemak di area katub jantung.

8. Keropos Tulang

Santan yang dikonsumsi setiap hari dalam takaran yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan pembentukan tulang. Santan hasil kelapa yang telah diparut adalah mengandung kolesterol sebanyak 100 mg per 100 gr.
Dan apabila santan dipanaskan dalam jangka waktu yang terlalu lama maka akan ada peningkatan kolesterol didalamnya yang apabila masuk dalam tubuh dapat merusak tulang dan menghambat kepadatan tulang sehingga memicu kondisi dinding lapisan tulang menjadi mudah retak dan keropos.

Nah, itulah ulasan tentang 8 Dampak Buruk Makanan Bersantan Bagi Kesehatan! Apabila penjelasan di atas ada yang kurang jelas, atau kamu ingin memberikan kami rekomendasi selanjutnya harus membuat artikel apa, silahkan comment di bawah ya gais. Semoga bermanfaat...

BACA JUGA:
KOMENTAR

0 comments