Tuesday, 26 September 2017

20 Jenis Makanan yang Mengandung Lemak Jenuh Tinggi

Lemak merupakan salah satu nutrisi yang tubuh kamu butuhkan. Jenis lemak pun ada beberapa, mulai dari lemak jenuh sampai dengan jenis lemak tak jenuh. Para ahli kesehatan menyarankan kamu untuk mengonsumsi lemak jenuh dengan jumlah atau porsi yang terbatas.
Lemak jenuh dapat membuat tubuh kamu mengalami kelebihan lemak. Kelebihan lemak ini akan membuat tubuh kamu justru mengalami banyak resiko kesehatan dengan adanya gangguan penyakit.

Apalagi jika kamu ingin mendapatkan berat badan ideal, kamu perlu mengatur jenis makanan apa saja yang akan kamu konsumsi. Pemilihan jenis makanan mengandung lemak jenuh yang tinggi sangat penting agar kamu tidak mudah terjangkit penyakit.

BACA JUGA: 5 Cara Ampuh Menghilangkan Jerawat dengan Pisang

Nah, pada kesempatan kali ini Adajerawat.com akan mengulas tentang 20 Jenis Makanan Mengandung Lemak Jenuh yang Tinggi. Yuk simak ulasannya di bawah ini.

Berikut 20 Jenis Makanan yang Mengandung Lemak Jenuh Tinggi

1. Susu

Susu merupakan minuman yang paling banyak dikonsumsi untuk orang dewasa maupun anak-anak. Susu mengandung kalsium dan zat besi yang bisa membantu mempertahankan kepadatan tulang. Namun jenis susu yang sudah diolah mengandung lemak yang sangat tinggi.
Ini termasuk jenis lemak jenuh alami yang didapatkan dari susu murni. Kandungan lemak jenuh pada susu ini terkadang bisa membuat anak-anak menjadi lebih gemuk. Jika kamu ingin menghindari lemak jenuh pada susu maka bisa mengkonsumsi susu rendah lemak.

2. Es Krim

Es krim memang sangat lezat sehingga sering membuat banyak orang selalu makan es krim kapan saja. Namun ternyata es krim mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi.
Kandungan lemak jenuh pada es krim bisa didapatkan dari susu, coklat, vanilla dan komposisi lain yang diperlukan untuk membuat es krim.

Efek buruk es krim lain bisa didapatkan dari kandungan gula yang berlebihan, campuran susu dan perasa makanan.

3. Daging Babi

Daging babi termasuk jenis daging yang banyak mengandung lemak jenuh. Bahkan dalam setiap 100 gram daging babi mengandung sekitar 15.80 gram lemak jenuh. Itu adalah jumlah lemak jenuh dalam daging babi yang masih belum diolah.
Sementara ketika sudah dimasak maka bisa kandungan lemak bisa meningkat. Kadar lemak yang sangat tinggi juga ditemukan dalam minyak babi yang dihasilkan dari daging babi. Karena itu harus berhati-hati saat mengkonsumsi daging babi. 

4. Daging Sapi

Daging sapi juga termasuk jenis daging merah yang banyak mengandung lemak jenuh. Umumnya daging sapi bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan seperti bakso, steak atau jenis olahan lain. Bagian daging berwarna putih yang ditemukan pada serat daging merupakan lemak jenuh.
Lemak jenuh ini sama sekali tidak bisa dimasak hingga matang karena sulit untuk dipecah oleh panas. Meskipun daging sapi memang dibutuhkan oleh tubuh untuk mencukupi kebutuhan nutrisi namun harus dalam jumlah yang terbatas.

Dalam setiap 100 gram daging sapi ditemukan sekitar 52.3 gram lemak jenuh.

5. Paha Ayam

Ketika kamu mengkonsumsi ayam maka harus memilih bagian ayam yang mengandung lemak jenuh paling sedikit. Bagian paha ayam cenderung memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi.
Sekitar 300 gram daging paha ayam dengan kulit mengandung sekitar 6.9 gram lemak jenuh. Sementara jumlah normal yang disarankan hanya sekitar 1.6 gram saja.

Karena itu bagian paha ayam yang mengandung lemak jenuh tinggi harus dihindari untuk menurunkan berat badan. Terlalu banyak mengkonsumsi lemak jenuh bisa meningkatkan resiko penyakit pembentukan plak dalam arteri.


6. Krim Susu

Jika kamu sering menggunakan krim susu untuk membuat kue, salad atau jenis makanan lain, maka sekarang harus lebih hati-hati.
Proses pembuatan krim cenderung menggunakan sebagian lemak jenuh yang terkandung dalam susu. Krim susu yang biasanya digunakan untuk membuat kue bisa menambah berat badan.

Krim susu yang dibuat dari jenis susu rendah lemak masih bisa dikonsumsi.

7. Ayam Goreng

Daging ayam sebenarnya sudah mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi, terutama pada bagian paha. Namun terlalu sering mengkonsumsi ayam goreng bisa meningkatkan beberapa resiko penyakit.
Kandungan lemak jenuh yang digoreng dalam minyak yang mengandung lemak jenuh bisa meningkatkan kadar lemak jenuh menjadi dua kali lipat lebih banyak.

Karena itu terlalu sering mengkonsumsi ayam goreng akan meningkatkan resiko penyakit diabetes, serangan jantung, stroke dan kanker. Untuk mengatasi efek ini maka lebih baik membuat ayam goreng sendiri dengan menggunakan minyak zaitun.

8. Mayonaise

Apakah kamu terbiasa menggunakan mayonaise saat makan salad atau jenis makanan lain? Ada berbagai jenis mayonaise yang ternyata mudah didapatkan. Namun mayonaise sangat berbahaya karena mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi.
Ketika kandungan lemak jenuh sangat tinggi maka akan meningkatkan jumlah kalori dari makanan yang kamu konsumsi. Setiap satu sendok mayonaise berisi sekitar 1.5 gram lemk jenuh.

Jumlah lemak total sekitar 9.8 gram dan ini akan meningkatkan resiko penyakit jantung. Terlalu banyak mengkonsumsi mayonaise juga bisa meningkatkan berat badan, meningkatkan kadar kolesterol dan resiko penyakit tekanan darah tinggi.

9. Cokleat Hitam

Mengkonsumsi makanan yang mengandung cokelat atau cokelat murni memang sangat lezat. Tapi coklat juga mengandung jenis lemak jenuh. Dalam setiap 100 gram coklat yang sudah dimasak mengandung sekitar 32.4 gram lemak jenuh.
Konsumsi cokelat berlebihan bisa mengancam kesehatan. Umumnya  berlebihan makan cokelat akan meningkatkan berat badan dan kandungan kolesterol dalam tubuh.

Bahkan kandungan lemak jenuh ini juga akan meningkatkan resiko penyakit diabates tipe 2 dan kerusakan gigi.

10. Ikan Sarden

Ikan sarden yang biasanya diolah menjadi makanan kaleng juga mengandung kadar lemak jenuh yang cukup tinggi. Dalam setiap 100 gram ikan sarden mengandung sekitar 29.9 gram lemak jenuh. Ikan sarden dikenal sebagai ikan yang banyak mengandung minyak.
Bahkan ketika dimasak maka kandungan lemak dan minyak ikan sarden akan keluar dan membuat rasanya semakin lezat. Kamu tidak disarankan untuk meninggalkan ikan sarden sebagai sumber nutrisi namun hanya mengkonsumsi dalam jumlah terbatas.

Ikan sarden juga mengandung asam lemak omega 3 yang sangat bermanfaat untuk ingatan dan mempertahankan sistem kekebalan tubuh.

11. Keju

Keju juga merupakan bagian dari mentega. Meski makanan ini merupakan sumber protein dan kalsium yang baik, namun didalamnya juga terkandung lemak jenuh yang banyak.
Jika kita perhatikan ada banyak jenis keju, dan ternyata kandungan lemak jenuhnya pun berbeda-beda sesuai jenisnya, sebagai contoh: (dalam setiap 100 gram)
  • Hard goat cheese (123% DV)
  • Cheddar (105% DV)
  • Fontina (96% DV)

12. Minyak Ikan

Minyak ikan adalah produk hewani lain yang memiliki lemak jenuh tinggi. Padahal, minyak ikan dan ikan merupakan sumber asam lemak omega-3 yang sehat.
Di antara jenis ikan yang mengandung lemak jenuh dalam jumlah tertinggi meliputi minyak sarden (30%), minyak ikan cod (23%), minyak herring (21%) dan minyak salmon (20%).

13. Kelapa

Kelapa umumnya dianggap sebagai makanan sehat dan serbaguna. Mungkin kita sering menikmatinya ketika menyantap kue tradisional seperti getuk, kue putu, klepon, dadar gulung, dll.
Namun tahukah kamu, dalam 100 gram kelapa tanpa pemanis mengandung hingga 57 gram lemak jenuh, menyumbang 286% dari DV.

14. Biji dan Kacang

Karena mengandung vitamin, mineral, serat dan lemak sehat, biji dan kacang-kacangan umumnya dianggap sebagai makanan ringan yang sehat.
Namun, seseorang tidak dapat mengabaikan fakta bahwa makanan ini juga mengandung lemak jenuh yang bisa membahayakan jika dikonsumsi berlebihan.

Di antara bijiian dan kacang-kacangan yang mengandung lemak jenuh tertinggi contohnya pilinat denyang terdiri dari lemak jenuh (13%), kacang Brazil (15%), kacang Macadamia (12%), biji semangka, kacang mete dan kacang pinus (10%) dan biji wijen (9%).

15. Kentang Goreng

Jenis makanan yang satu ini banyak ditemui di berbagai restoran cepat saji khas Amerika Serikat. Bentuknya yang kecil dan rasanya yang gurih, membuat makanan ini menjadi kudapan favorit sambil mengobrol atau mengisi waktu luang.
Namun, kudapan kecil tersebut dapat menjadi penyebab penyakit besar bagi tubuh kamu. Hal tersebut dikarenakan banyaknya kandungan lemak jenuh dalam kentang goreng dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya, seperti stroke, penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Kentang merupakan sumber karbohidrat dan baik untuk meningkatkan energi dalam tubuh, namun cara pengolahannya, yaitu dengan digoreng yang membuatnya menjadi tidak sehat dan mengandung lemak jenuh.

Terlebih apabila kentang tersebut mengalami proses pembekuan sebelumnya, maka semakin tinggi kadar lemak jenuh di dalamnya. Agar kamu dapat tetap menikmati kentang sebagai sumber energi, sebaiknya mengonsumsinya dengan cara direbus.


16. Minyak Sawit

Minyak goreng yang dihasilkan dari pohon sawit termasuk jenis minyak yang paling sering digunakan untuk menggoreng dan memasak makanan. Selain itu minyak sawit juga mudah didapatkan dan menjadi minyak yang sangat umum.
Namun mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung minyak sawit akan meningkatkan kadar lemak jenuh dalam tubuh. Minyak sawit mengandung sekitar 55 persen lemak jenuh yang lebih banyak dibandingkan pada jenis minyak  lain.

Karena itu mengkonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak sawit bisa meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke dan kelebihan berat badan.

17. Mentega

Mentega seringkali digunakan sebagai bahan untuk membuat aneka macam kue. Namun tahukah Anda bahwa mentega ini merupakan makanan yang mengandung lemak jenuh. Susu mentega berukuran 100 gram terdiri dari 15 gram lemak jenuh, menyumbang 257% DV.
Hanya dengan satu sendok makan mentega sudah memberi asupan lemak jenuh ke dalam tubuh Anda sebanyak 7 gram atau 36% kebutuhan harian (DV).

18. Olahan Daging Panggang / Daging Asap 

Semua jenis daging merah yang dipanggang juga akan mengandung lemak jenuh yang tinggi. Beberapa daging panggang yang paling sering ditemukan biasanya berbahan dari daging sapi, daging ayam, daging babi dan daging kalkun.
Semua jenis daging ini mengandung lemak jenuh. Kamu bisa mengurangi kandungan lemak jenuh dengan mengurangi pemakaian mentega dan minyak.

19. Kacang Brazil

Kacang brazil adalah salah satu jenis kacang yang memang dihasilkan dari pohon brazil. Kacang ini memiliki cangkang yang keras dan bisa dikonsumsi saat masih mentah. Namun terlalu banyak mengkonsumsi kacang brazil bisa menyebabkan beberapa efek yang berbahaya untuk tubuh.
Dalam setiap 100 gram kacang brazil mengandung sekitar 19 gram lemak total. Konsumsi kacang brazil berlebihan bisa menyebabkan resiko kolesterol yang tinggi, penyakit jantung, kenaikan berat badan dan penyakit tekanan darah tinggi.

Semua penyakit ini disebabkan karena kandungan lemak jenuh berlebihan dalam kacang brazil.

20. Semua Produk Olahan Daging

Semua jenis produk olahan daging sapi, daging babi dan daging kambing juga mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Kebiasaan terlalu sering mengkonsumsi daging olahan akan menyebabkan kenaikan berat badan dan resiko penyakit jantung.
 Kandungan lemak jenuh dalam daging olahan menjadi lebih tinggi karena proses yang dilakukan terhadap bahan tersebut. Karena itu lebih baik untuk mengkonsumsi daging olahan dalam jumlah yang terbatas.

Nah, itulah ulasan tentang 20 Jenis Makanan yang Mengandung Lemak Jenuh Tinggi. Apabila penjelasan di atas ada yang kurang jelas, atau kamu ingin memberikan kami rekomendasi selanjutnya harus membuat artikel apa, silahkan comment di bawah ya gais. Semoga bermanfaat...

BACA JUGA:
KOMENTAR

0 comments