Thursday, 20 July 2017

Wajib Ketahui! 10 Efek Samping Parasetamol untuk Tubuh

Secara umum, seperti yang telah diketahui banyak orang bahwa parasetamol memiliki kegunaan untuk meredakan bahkan menghilangkan rasa sakit, mampu menjadi obat panas demam, banyak orang menggunakan obat ini untuk menghilangkan sakit kepala, sakit gigi, hingga nyeri pada otot dan sendi.
Namun, benarkah obat ini aman-aman saja dan apa ada efek samping parasetamol ketika pemakaian bisa tanpa resep dokter? Obat dengan nama lain acetaminophen ini masih termasuk di dalam kategori jenis obat analgesik sekaligus juga antipiretik.

Cara kerja parasetamol ini adalah sebagai inhibitor bagi prostaglandin yang lemah. Intinya, produksi prostaglandin tersebut akan dihambat oleh parasetamol dan menjadi bahan kimia yang berperan dalam proses pengiriman pesan rasa nyeri/sakit ke bagian organ otak.

BACA JUGA: Lakukan 7 Cara Ini untuk Menunda Kehamilan

Nah, pada kesempatan kali ini Adajerawat.com akan mengulas tentang 10 Efek Samping Parasetamol untuk Tubuh. Yuk simak ulasannya di bawah ini.

Berikut 10 Efek Samping Parasetamol untuk Tubuh

1. Mual

Rasa mual bisa saja terjadi ketika parasetamol digunakan secara berlebihan atau overdosis. Oleh karena itu, penggunaan parasetamol memang sebaiknya berdasarkan resep dokter saja supaya lebih aman dan menghindari efek samping yang berbahaya.
Jika mual terjadi terus-menerus selama penggunaan parasetamol, kurangi dosis atau hentikan sementara waktu sambil menemui dokter.

2. Muntah

Tak hanya mual, terkadang pada beberapa kasus overdosis parasetamol penggunanya juga berisiko mengalami muntah. Jika rasa mual dan muntah berkelanjutan pada waktu mengonsumsi, kurangi dosisnya saja atau coba tanyakan ke dokter untuk mengetahui dosis tepatnya.
Jangan teruskan dengan dosis yang sama karena penggunaan berlebih bisa membahayakan kesehatan kamu.

3. Sakit Perut

Perut yang mendadak sakit bisa juga disebabkan oleh penggunaan parasetamol yang cukup banyak karena tak sesuai dosis yang seharusnya. Jika gangguan pencernaan terjadi selama pemakaian, maka kamu hendaknya tidak melanjutkan penggunaan sampai perut merasa lebih baik.
Namun ketika dilanjutkan kembali dan timbul lagi rasa sakit perut, hendaknya kamu menemui dokter supaya dosis yang digunakan lebih tepat sesuai anjuran dokter. Sakit perut ini juga bisa disertai dengan rasa mual dan diikuti dengan muntah-muntah. Untuk penanganan yang lebih tepat, memang sebaiknya langsung ke dokter saja.

4. Kram pada Perut

Mungkin kamu mengonsumsi parasetamol untuk meredakan rasa nyeri atau sakit di bagian perut juga. Namun ketika menggunakan secara overdosis, maka justru parasetamol mampu memicu rasa kram pada perut.
Bukannya rasa nyeri hilang, bisa-bisa rasa nyeri malah makin bertambah dan membuat Anda tak nyaman. Biasanya, rasa nyeri atau kram perut akibat dosis berlebih parasetamol terjadi di bagian perut atas.

Jika hal ini berlanjut selama pemakaian, coba hentikan dulu dan pastikan kamu ke dokter supaya dapat diperiksa dan ditangani. Mengonsultasikannya dengan dokter tentang dosis yang benar juga penting.

5. Ruam pada Kulit

Ruam yang terjadi dan muncul di permukaan kulit pada umumnya adalah disebabkan oleh adanya gangguan kesehatan kulit. Namun apabila ruam muncul pasca konsumsi parasetamol, maka kemungkinan besar ruam adalah sebagai efek atau akibat dari reaksi alergi terhadap obat parasetamol.
Meski efek samping dari parasetamol cukup jarang terjadi, namun bukan lantas berarti tak ada kemungkinan untuk hal tersebut dapat terjadi. Jika ruam mulai muncul pasca konsumsi obat ini, kamu bisa langsung segera ke dokter dan hentikan dulu pemakaiannya sampai ruam hilang.

Konsultasikan kembali dengan dokter tentang keluhan ini supaya dokter bisa memberikan jalan keluar bagi kamu yang tetap membutuhkan parasetamol.


6. Pembengkakan pada Kulit

Pembengkakan pada kulit juga dapat terjadi dan biasanya ini karena adanya masalah kesehatan pada kulit. Sama halnya dengan kondisi ruam yang sebelumnya dijabarkan, pembengkakan pada kulit bisa jadi merupakan reaksi alergi setelah mengonsumsi parasetamol.
Kenali kondisi tubuh kamu apakah memang memiliki riwayat alergi obat. Apabila setelah beberapa kali melanjutkan konsumsi obat parasetamol ini dan bengkak makin menjadi, kamu perlu ke dokter segera untuk memastikan apakah memang itu reaksi alergi dari parasetamol.

Lebih baik kondisi segera diatasi dan konsultasikan juga tentang alternatif solusi dari parasetamol jika memang kamu kurang cocok untuk menggunakannya.

7. Diare

Karena parasetamol adalah obat yang bisa didapatkan secara mudah, dijual bebas dan mampu dibeli tanpa harus menunjukkan resep dokter, ada beberapa orang yang menggunakan tanpa tahu betul dosis yang tepat.
Pengonsumsi obat parasetamol secara berlebihan mampu menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan dan akhirnya menyebabkan diare. Mungkin maksud hati agar rasa nyeri cepat sembuh dengan meningkatkan dosis obat yang seharusnya, tapi hal ini justru malah merugikan diri kamu sendiri nantinya.

Supaya tidak terjadi diare, maka sebaiknya kamu konsultasikan dengan dokter saja dalam penggunaan parasetamol. Jika diare terjadi terus-menerus selama pemakaian parasetamol, maka sebaiknya hentikan pemakaian lebih dulu dan tanyakan ke dokter tentang keluhan ini.

8. Berkeringat Lebih

Ketika parasetamol tak dikonsumsi berdasarkan resep dari dokter, maka akan selalu ada kemungkinan dosis yang digunakan lebih dari seharusnya. Jika terjadi overdosis, terutama berkali-kali, ada kalanya pada beberapa kasus pengonsumsi akan mengalami keringat berlebih atau bisa juga disebut dengan istilah hiperhidrosis.
Jika kamu berkeringat lebih namun bukan karena faktor cuaca yang super panas atau karena sehabis berolahraga/beraktivitas padat, kamu perlu memeriksakan diri. Cobalah konsultasikan dengan dokter dan menanyakan kepastian akan keringat berlebih tersebut sebagai salah satu efek dari parasetamol atau bukan.

Untuk sementara waktu, hentikan juga penggunaan obat tersebut untuk melihat apakah produksi keringat menurun setelahnya.

9. Tidak Selera Makan

Waspadai overdosis parasetamol bila kamu memilih untuk mengonsumsinya tanpa adanya resep dokter. Tanyakan dengan benar kepada penjual parasetamol akan dosis yang benar karena salah satu efek dari penggunaan parasetamol yang cukup berbahaya adalah adanya penurunan selera makan.
Penggunaan secara overdosis yang cukup sering dapat mengakibatkan tidak nafsu makan dan ini akan cukup berpengaruh pula pada berat badan kamu nantinya. Maka sebaiknya sebelum membeli, tak ada salahnya mengonsultasikan dengan dokter agar tidak salah dosis.

Bahkan walau dengan resep dokter sekalipun, kamu tidak seharusnya menambah dosis hanya karena ingin melipatgandakan pengurangan rasa sakit/nyeri pada tubuh.

10. Tekanan Darah Rendah

Parasetamol memang terbukti sangat ampuh dalam meredakan panas maupun nyeri, namun sebagai efek sampingnya, pengguna bisa saja mengalami hipotensi. Hipotensi atau tekanan darah rendah berpotensi terjadi ketika pemberian parasetamol dilakukan di rumah sakit dengan infus.
Konsultasikan lebih dulu juga tentang hal ini dengan dokter bila kamu khawatir akan efek sampingnya.

Nah, itulah ulasan tentang 10 Efek Samping Parasetamol untuk Tubuh. Apabila penjelasan di atas ada yang kurang jelas, atau kamu ingin memberikan kami rekomendasi selanjutnya harus membuat artikel apa, silahkan comment di bawah ya gais. Semoga bermanfaat...

BACA JUGA:
KOMENTAR

0 comments